Dewan Pers

Dark/Light Mode

Banjir Di Kecamatan Antang Kalang Berangsur Surut

Minggu, 18 Juli 2021 15:02 WIB
Banjir di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto: BNPB)
Banjir di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang melanda enam Desa di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, berangsur surut. Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Minggu (18/7), pukul 10.00 WIB, banjir sudah berangsur surut.

"Kecuali di Desa Tumbang Kalang, yang sebagian wilayahnya masih terendam banjir dengan Tinggi Mata Air (TMA) 70 cm," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam siaran pers, Minggu (18/7).

BPBD Kabupaten Kotawaringin juga melaporkan pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.

Berita Terkait : 2022, PUPR Targetkan Bendungan Tamblang Bulelang Bali Selesai

Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (14/7) pukul 12.00 waktu setempat dilaporkan menjadi pemicu terjadinya banjir.

Adapun enam desa yang terdampak adalah Desa Maya, Desa Puring, Desa Ramei, Desa Ngahan, Desa Kuluk Talawang, dan Desa Tumbang Kalang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur melaporkan sebanyak 365 KK terdampak. Banjir juga menyebabkan 365 rumah warga terendam.

Berita Terkait : Dicurhatin Anak SD Ayahnya Nggak Bisa Jualan, Ganjar Langsung Kirim Bantuan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah mulai Minggu (18/7) hingga Selasa (20/7) mendatang. 

Dengan adanya peringatan dini tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah Daerah (Pemda) untuk selalu waspada dan siaga sebagai langkah mitigasi, pengurangan risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

"BNPB juga mengimbau agar masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca secara mandiri melalui laman resmi BMKG dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRisk BNPB," tandas Muhari. [OKT]