Dark/Light Mode

Lahir dan Tumbuh dari Pengaruh Islam Modernis

In Memoriam Malik Ahmad, Wakil Ketua PP Muhammadiyah 1967-1985

Sabtu, 31 Juli 2021 16:26 WIB
Malik Ahmad sedang memberikan kuliah tauhid pada Muktamar Muhammadiyah ke-39 pada 1971. [Foto: Suara Muhammadiyah 1971]
Malik Ahmad sedang memberikan kuliah tauhid pada Muktamar Muhammadiyah ke-39 pada 1971. [Foto: Suara Muhammadiyah 1971]

 Sebelumnya 
Tabligh School Muhammadiyah dirintis berdasarkan permintaan beberapa daerah, seperti: Aceh, Tapanuli, Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan, untuk mengirim calon-calon pendidik dan pemimpin yang nantinya menggerakan amal usaha Muhammadiyah.

Baca juga : Hoaks Di Medsos Hambat Kerja Kolosal Tangani Pandemi

Direktur pertama di sekolah menengah Muhammadiyah adalah Hamka. Sejak dibukanya Tabligh School Muhammadiyah, Malik Ahmad meneruskan jenjang pendidikannya.

Baca juga : KSAU Bentuk Satuan Khusus Operasi Pencarian

Memasuki akhir 1934, Tabligh Schoo mengalami kemandekan, akibat efek krisis malaysie. Pada awal 1935, beberapa orang alumni Thawalib dan Diniyah Padang Panjang, seperti Abdullah Kamil, dan Rasyid Idris Dt Sinaro Panjang menemui Hamka. Mereka meminta anak Haji Rasul itu mengaktifkan kembali Tabligh School Muhammadiyah. (*)

Baca juga : Pemkab Sragen Jemput Vino Ke Kutai Barat

[Penulis: Fikrul Hanif Sufyan, Pemerhati Sejarah, dan Ketua Pusat Data dan Dokumentasi Muhammadiyah Minangkabau (PUSDAKUM), Muhammadiyah Wilayah Sumatera Barat]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.