Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ganjar Dan Anies Dianggap Paling Wakili Suara Rakyat

Selasa, 17 Agustus 2021 22:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembicaraan Pilpres 2024, tiada hentinya. Sosok-sosok kandidat Capres 2024 juga terus menjadi diskusi panjang. Elektabilitas mereka terus diukur secara berkala oleh berbagai lembaga survei.

Yang terbaru, survei Charta Politika yang dirilis pekan lalu. Hasilnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin dengan elektabilitas 20,6 persen. Posisi kedua ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 17,8 persen. Sedangkan posisi ketiga ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dengan 17,5 persen.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin tidak heran dengan hasil survei ini. "Salah satu klaster yang menjadi sorotan untuk tokoh Capres saat ini bukan lagi dari ketua umum partai, melainkan dari sosok kepala daerah. Yang paling banyak mendapat simpati saat ini adalah Ganjar dan Anies," katanya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (17/8).

Ia menyebutkan, Ganjar dan Anies memiliki latar belakang yang kurang lebih sama dan dianggap. Keduanya dianggap mewakili masyarakat saat ini, yang tengah menghadapi masalah ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, serta pola birokrasi.

"Keduanya dianggap bisa mewakili suara masyarakat saat ini dan memperoleh hasil survei yang baik. Dua-duanya sama-sama aktivis, sama-sama dari UGM, dan punya program serta output yang kongkret dibandingkan nama-nama kandidat lainnya dalam hasil survei elektabilitas," jelas Ujang.

Namun, tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, keduanya belum resmi dipilih partai politik. Kendaraan Ganjar memang dari PDIP Perjuangan. Namun, partai kepala banteng itu belum resmi menunjuk Ganjar. Sementara Anies tidak memiliki kendaraan politik.

Ia menyebutkan, peta perjalanan menuju Pilpres 2024 sebenarnya akan dimulai pada tahun depan. Pada 20 bulan sebelum dilaksankan Pilpres, partai politik akan mulai bergerak untuk mencari kandidat terbaik yang diusung partainya.

"Politik menuju Pilpres 2024 itu tidak lama. Semua akan cepat dan dinamis, apalagi incumbent tidak bisa berpartisipasi kembali dalam Pemilu 2024. Apalagi beberapa waktu terakhir partai politik sudah mulai bergerak memperkenalkan sosok pimpinan partai mereka masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, Ganjar dan Anies merupakan dua kutub yang sedang bersaing. "Apalagi mereka memiliki dua kutub bersebrangan. Anies kemungkinan besar didukung partai oposisi. Sedangkan Ganjar didukung partai pendukung pemerintah saat ini," ungkapnya.

Hal inilah, kata Adi, yang membuat persepsi publik terhadap kandidat terkuat Capres di 2024 terkunci pada kedua sosok gubernur tersebut. "Ini membuat survei menempatkan keduanya tertinggi. Pemberitaan di media menempatkan Ganjar dan Anies selalu di spot light paling sering. Untuk kandidat lainnya ada, tapi yang mendominasi tetap Ganjar dan Anies," jelasnya. [USU]