Dewan Pers

Dark/Light Mode

Karpet Di Ruangan Wakil Ketua MA Miliaran Rupiah

Yang Mulia, Lagi Bersolek...

Sabtu, 28 Agustus 2021 07:35 WIB
Gedung Mahkamah Agung (MA). (Foto: Dok. MA)
Gedung Mahkamah Agung (MA). (Foto: Dok. MA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Agung (MA) lagi bersolek. Tak tanggung-tanggung, lembaga yudikatif itu beli karpet miliaran rupiah buat ruangan yang mulia Wakil Ketua MA.

Dilihat dari data lpse.mahkamahagung.go.id, renovasi ruangan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Andi Samsan Nganro dianggarkan Rp 1,7 miliar. Sedangkan anggaran penyediaan karpet Rp 9 miliar, meski akhirnya dibeli dengan harga Rp 1 miliar.

Berita Terkait : Hadapi Perubahan Global, Wakil Ketua MPR Ajak Perkuat Nilai Kebangsaan

“Penggantian Karpet Ruang Kerja Ketua Mahkamah Agung RI (APBN 2020). Kategori: Pekerjaan Konstruksi. Instansi: Mahkamah Agung. Satker: Badan Urusan Administrasi. Pagu: Rp 9.483.716.000. HPS: Rp 1.018.162.376,03,” demikian tertulis di website tersebut.

Di situs itu juga tercatat secara detail harga penawaran hingga koreksian. Dalam situs tersebut disebutkan harga penawaran Rp 915.530.825 sedangkan harga terkoreksi Rp 915.530.825 dan reverse auction Rp 915.530.825.

Berita Terkait : Wakil Ketua MPR: Testing Dan Tracing Jangan Menurun

Sama seperti anggaran karpet, anggaran renovasi ruang kerja juga terdapat catatan harga terkoreksi. Tapi ada tambahan jasa konsultasi. “Renovasi ruang kerja Wakil Ketua MA. Kode tender 6819555, HPS Rp 1,7 miliar, harga terkoreksi 1.541.072.800. Jasa konsultasi Rp 233 juta,” dikutip dari data yang sama.

Besarnya biaya renovasi ini jadi sorotan banyak pihak. Salah satunya dari Anggota Komisi III, DPR Trimedya Panjaitan.

Berita Terkait : Gercep, Kapolresta Malang Kota Bawa Pria Lumpuh Yang Telantar Ke RSSA

Politisi PDIP ini mempertanyakan alasan MA melakukan renovasi ruangan hakim dengan biaya miliaran rupiah di tengah pemerintah menghemat anggaran untuk mengatasi Covid-19. Menurut dia, harusnya MA bisa menunda sampai pandemi selesai.

Selain itu, dia menyoroti soal anggaran karpetnya. Dia heran melihat pengurangan harga pembelian karpet dengan anggaran yang disediakan. Karena penurunan jumlahnya fantastis, dia khawatir terdapat penyelewengan anggaran.
 Selanjutnya