Dark/Light Mode

Hasil Lomba Bertutur SM/MI Perpustakaan, Wakil Jatim Juaranya

Kamis, 9 September 2021 12:50 WIB
Pengumuman pemenang lomba bertutur SD/MI Perpusnas. (Foto: Dok. Perpusnas)
Pengumuman pemenang lomba bertutur SD/MI Perpusnas. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Nasional 2021 yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memasuki puncak. Selama tiga hari, 34 peserta yang mewakili provinsi sudah menunjukkan kebolehannya beraksi di hadapan para juri.

Hasilnya, peserta dari Jawa Timur (Jatim), Pelangi Tunjung K, sukses menjadi yang terbaik. Kelima Dewan Juri yang terdiri atas Pustakawan Utama Perpusnas Nelwaty, pedongeng Kunduri dan Awam Prakoso, pegiat literasi Nandha Julistya, dan psikolog Griselda Jane sepakat memberikan nilai tertinggi 4.220, atas penampilan Pelangi.

Posisi runner-up diraih Binar Mutiara Yahya dari DI Yogyakarta. Sedangkan peringkat tiga direngkuh Najma Hanania Yazid dari Banten.

Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi mengatakan, kemampuan bertutur adalah hasil literasi pada tahap pemahaman dan pemaknaan yang tersurat dan yang tersirat yang diperoleh dari kegiatan membaca.

"Dari kandungan bahan bacaan berbasis konten lokal, mereka mendapatkan pesan-pesan moral ataupun keluhuran budi pekerti sebagai bagian dari warisan kekayaan Nusantara," ujar Deni, Kamis (9/9).

Sejak usia dini, tambah Deni, anak-anak perlu ditanamkan sikap saling menghormati, etika, sopan santun, rasa belas kasih, bergotong royong, menerima setiap perbedaan dan toleransi, serta sikap peduli terhadap lingkungan. Sehingga di masa depan mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing, namun juga tetap memiliki kualitas akhlak yang istimewa.

Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Adin Bondar menambahkan, pesan lomba bertutur ini merupakan salah satu cara dalam menggiatkan program gemar membaca di kalangan anak-anak. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkembangkan kreativitas mereka terutama kreativitas dalam membaca.

"Ini penting untuk merangsang kerja otak dan imajinasi mereka dalam menggiatkan dirinya dalam gerakan literasi yang menjadi program pemerintah," tambah Adin. [USU]