Dark/Light Mode

Kepala BPIP: Desa Aktor Pembangunan

Rabu, 15 September 2021 15:22 WIB
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. (Foto: ist)
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi antusias melihat perkembangan desa-desa di Indonesia.

Ia optimis, pedesaan bakal poros pembangunan sebagaimana sokoguru ekonomi dan demokrasi Pancasila. Hal tersebut disampaikan Yudian saat jadi pembicara kunci dalam Pertemuan Nasional Kepala Desa 'Membangun Ekonomi dan Demokrasi dari Desa', yang digelar virtual, Rabu (15/9). 

Hadir dalam pertemuan itu Menteri Desa Pembangunan  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Soetrisno, Deputi I BPIP Prakoso, seniman Eros Djarot, dan sejarawan JJ Rizal.

Berita Terkait : Bos TVRI Puji BPIP Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila

Yudian menyampaikan, pedesaan acap dipandang sebelah mata. Sekadar penyangga dan penyuplai kebutuhan masyarakat kota. Mulai dari tenaga kerja domestik, produk pertanian, hingga tempat menyimpan sampah. Dalam konteks ini, desa sering dilihat sebagai masa lalu. Sementara kota sebagai masa depan. Padahal, kata Yudian, jika melihat sejarah desa bukan ban serep kota. 

"Desa adalah pusat perlawanan gerilya melawan kekuatan militer penjajah. Imajinasi desa yang damai dan gotong royong ini mestinya  tidak dipandang sebagai romantisasi sejarah saja. Melainkan spirit dan cita-cita bersama bangsa yang menjunjung tinggi gotong royong," beber Yudian.

Perhatian penting ada di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pedesaan mendapatkan pengakuan sebagai entitas politik juga mendapatkan akses pengelolaan wewenang sesuai asas di dalam wilayahnya untuk sebesar-besar kemakmuran warga. "Desa aktor penting pembangunan Indonesia," tandas Yudian. 

Berita Terkait : Kepala BPIP: Televisi Penting Untuk Edukasi Pancasila

Eks Rektor UIN Yogyakarta ini mengapresiasi Kemendes PDTT yang memiliki tradisi  hebat dalam memberikan insentif penghargaan untuk desa-desa dengan prestasi terbaik. 

Mulai dari transparansi penggunaan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat hingga inovasi pelayanan. Kemendes juga memiliki pendekatan yang menarik yang secara holistik mengembangkan desa dari berbagai sudut seperti tangguh bencana dan lain-lain.  

"Berbagai  langkah dan inisiatif penguatan basis ekonomi dan demokrasi di tingkat desa merupakan amanat Pancasila," tuntas Yudian. [BCG]