Dark/Light Mode

Menpora Pastikan Pembangunan Fisik PON XX Papua Rampung

Selasa, 14 September 2021 16:29 WIB
Menpora Zainudin Amali saat menjadi narasumber di Polri TV, Selasa (14/9). (Foto : Kemenpora)
Menpora Zainudin Amali saat menjadi narasumber di Polri TV, Selasa (14/9). (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan persiapan fisik baik itu venue, tempat penginapan maupun transportasi untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua sudah rampung. Bahkan beberapa venue sudah melakukan tes event.

Dijelaskan Menpora, dua minggu lalu dirinya bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto meninjau langsung empat kluster tempat penyelenggaraan PON yakni Kabupaten Jaya Pura, Kota Jayapura, Kabuapten Merauke dan Kabupaten Mimika.

“Kalau persiapan secara fisik alhamdulillah, tinggal ya sedikit-sedikit yang harus dibenahi baik untuk venue maupun untuk penginapan. Dan sudah ada test event. Jadi semuanya siap,” jelas Menpora dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/9).

Panitia PON juga sudah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) relawan yang direkrut untuk membantu kegiatan tersebut. “Relawan yang direkrut itu dan saya minta memang benar-benar bisa menjadi pelayan yang baik, menjadi penghubung antara kontingen dan panitia,” ujarnya.

Berita Terkait : Dukung Menpora, Bamsoet Dorong Pemanfaatan Dana CSR Untuk Pembinaan Olahraga

Sementara itu, para atlet dan kontingen yang datang ke Papua sudah divaksin. Bukan itu saja, bahkan masyarakat yang berada di sekitar lokasi venue akan divaksin setidaknya 70 persen sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Memang vaksin masih kita kejar. Jadi kedatangan Kapolri dan Panglima dua minggu yang lalu itu selain untuk meninjau. Dan memastikan hal itu bisa dilakukan karena target kita harus 70 persen arahan bapak presiden terutama yang di sekitar venue itu harus sudah tervaksin semua,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali pun mengajak masyarakat untuk memandang biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur olahraga pada PON XX ini bukan hanya pembiayaan semata melainkan sebagai investasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Kita harus melihat ini sebagai investasi, investasi sumber daya manusia tentu tidak ternilai. Misalnya, infrastruktur yang dibangun itu tidak sia-sia setelah PON selesai,” ujarnya.

Berita Terkait : Menpora: Olahraga Memperkuat Karakter Bangsa Dan Mempererat Persatuan

Menurutnya, venue, tempat-tempat penginapan, kemudian kendaraan-kendaraan serta fasilitas olahraga yang ada dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan generasi muda Papua.

Sementara fasilitas yang lainnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan universitas setempat untuk dijadikan asrama mahasiswa.

“Satu hal yang tidak kita sadari bahwa menyiapkan kegiatan buat kaum muda kita, kaum remaja akan menghindarkan mereka untuk berbuat hal-hal yang negative. Karena dia ada kegiatan-kegiatan yang positif yang dilakukan, sarana dan prasarana infrastruktur ini bisa digunakan oleh anak muda kita,” harapnya.

Terlebih lagi dengan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang didalamnnya mengatur terkait pembangunan 10 sentra olahraga di seluruh Indonesia, salah satunya di Papua.

Berita Terkait : Soal Sepakbola Kungfu, Menpora: Tak Pantas Masuk Timnas

“Kita akan bangun sentra-sentra fasilitas olahraga untuk menjaring talenta-talenta dari berbagai daerah salah satunya adalah Papua. Kita menggunakan fasilitas itu untuk menjaring minat dan bakat yang kita tahu bahwa mereka punya daya tahan fisik yang kuat, punya kemauan, kerja keras, salah satunya venue bekas PON,” jelasnya. [IPL]