Dark/Light Mode

Tetangga Kok Gitu Sih

Sabtu, 13 Februari 2021 06:02 WIB
Ngopi - Tetangga Kok Gitu Sih
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk saling menghargai antar sesama umat manusia. Terutama, kepada tetangga kita.

Di dalam ajaran agama Islam, bagaimana cara kita hidup bertetangga pun pernah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam salah satu hadist disebutkan, Nabi pernah berkata, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah SWT adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah SWT adalah mereka yang terbaik pada tetangganya.”

Kadungan hadist tersebut mengisyaratkan bahwa tetangga adalah saudara terdekat kita. Sebab pada kenyataannya, bukan sanak keluarga yang datang memberikan pertolongan pertama, melainkan tetangga yang paling dekat dalam kehidupan kita.

Berita Terkait : Koleksi Tanaman Hias

Karena mereka adalah orang yang selalu berada di sekitar kita, baik itu siang ataupun malam.

Keakaraban dengan tetangga pun menjadi penentu, ketika kita mengalami musibah. Karena mereka dapat menjadi penyelamat, termasuk dalam perkara kematian.

Tapi, tidak semua tetangga bisa bersikap demikian. Di tempat tinggal saya, ada yang tidak punya sikap tepo seliro atau saling menghargai dan memahami.

Berita Terkait : Mahalnya Harga Buku

Sebagai contoh kecil, suatu ketika tetangga saya yang membuka usaha rental PlayStation (PS) kebanjiran pelanggan. Tamunya datang membawa motor.

Tapi karena tempat parkirnya kecil, motor pelanggannya pun luber sampai ke depan rumah saya. Kebetulan, saya juga membuka warung kelontong. Motor tadi pun berhasil menutup akses masuk ke warung.

Dengan kejadian ini, seharusnya ada permintaan izin dari pemilik usaha PS yang tak lain adalah tetangga yang rumahnya berdempatan dengan rumah saya. Namun, hal itu tidak mereka lakukan.

Berita Terkait : Butuh Suntikan Vaksin Ekonomi

Dirasa mengganggu, kami pun menegurnya. Tapi teguran itu rupanya tidak mereka dengar. Karena kejadian serupa terus terulang.

Tidak ingin ambil pusing, kami pun membiasakan diri dengan sikap tersebut. Sebab protes yang kami sampaikan kepada pengurus RT pun tidak mendapat respon. Sebab mereka sudah berkongsi. [Bayu Prihartanto/Wartawan Rakyat Merdeka]