Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ratna Juwita Pertanyakan Progres Pengembangan Vaksin Merah Putih

Kamis, 24 Maret 2022 14:14 WIB
Anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita Sari. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita Sari. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita Sari mempertanyakan progres atau kelanjutan dari pengembangan Vaksin Merah Putih kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko.   

"Saat Bapak Presiden memberikan tugas khusus kepada beberapa entitas untuk menyelesaikan vaksin merah putih ini, sampai hari ini, Menkes mengumumkan pandemi akan menjadi endemi dengan vaksinasi yang sudah sekian persen, ditambah vaksin booster, tapi ternyata Vaksin Merah Putih juga belum selesai," jelas Ratna saat rapat Komisi VII DPR dengan Kepala BRIN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3).  

Politisi PKB ini menilai, kelanjutan progres dari Vaksin Merah Putih ini merupakan tanggung jawab moral yang sangat besar. Artinya, ternyata bangsa ini belum memiliki kemandirian di bidang kesehatan.

Berita Terkait : Ace Ngarep Saudi Beri Kuota 221.000 Jemaah Haji

Selain itu, Ratna mempertanyakan nasib para peneliti yang terlibat dalam Vaksin Merah Putih ini.  

Pasalnya, sebelumnya dijelaskan bahwa  Lembaga Eijkman baru masuk uji pra klinis, sementara peneliti lainnya sudah uji klinis. 

"Ada sedikit dispute. Apa yang belum dimiliki Eijkman tapi dimiliki orang lain, sehingga mereka terlambat?" tanya politisi asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur IX ini.

Berita Terkait : Puan Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Perempuan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap nasib Vaksin Merah Putih yang diprediksi baru bisa mendapat izin penggunaan darurat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) September 2022 mendatang. Vaksin tersebut dipastikan Menkes tak bakal berakhir sia-sia jika program vaksinasi pemerintah sudah rampung.

Ada dua vaksin Covid-19 buatan anak bangsa yang diperkirakan berizin BPOM dalam waktu dekat yakni vaksin Merah Putih kerja sama Unair dan PT Biotis serta vaksin Merah Putih Bio Farma kerja sama Baylor College of Medicine, Amerika Serikat.

"Mereka baru bisa, kalau saya lihat jadwal-nya di BPOM keluar EUA-nya Agustus dan September, jadi kemungkinan besar program vaksinasi primer kita sudah selesai," terang BGS dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (23/3).

Berita Terkait : Tangani Pandemi, Legislator Bali Dorong Komitmen Kerja Sama Antar Negara

"Nah sekarang kita mau commit, jadi kita tetap bantu teman-teman Kemenkes RI walaupun penelitian-nya pindah ke BRIN ya, tapi Kemenkes tetap mengalokasikan dana Rp 192 miliar untuk mendukung uji klinis mereka berdua," sambung Menkes. [FAQ]