Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kontrol Capaian dan Anggaran Pembangunan, GBHN Dinilai Perlu Dihidupkan Lagi
Senin, 29 Juli 2019 20:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota MPR Ali Taher Parasong mengusulkan untuk menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurutnya, paling tidak, GBHN berfungsi untuk kmengontrol capaian dan anggaran pembangunan.
"Jadi, Undang-undang Dasar 1945 diamandemen atau tidak, yang penting harus ada haluan negara. Ini penting agar anggaran dan kontrol terhadap capaian pembangunan, dapat terukur dan terarah dengan baik," kata Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dalam Diskusi Empat Pilar MPR bertema "Rekomendasi Amandemen (Konstitusi) Terbatas Untuk Haluan Negara?" di Komplek Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/7).
Baca juga : Haluan Negara Penting Agar Pembangunan Terarah dan Berkesinambungan
Ali Taher menilai, proses pembangunan saat ini tergantung pada janji-janji kampanye atau visi misi presiden. Akibatnya, proses pembangunan akan tergantung kepada presiden.
"Jangan sampai, anggaran di APBN itu menjadi tidak terstruktur, sistematis, dan masif untuk mengentaskan kemiskinan," ujar Ali Taher.
Baca juga : Lawan Andalan India, The Minions Persiapkan Mental
Menurutnya, pola GBHN yang pernah ada, memberikan warna lebih terukur dalam soal mengatur strategi pembangunan. Dengan demikian, anggaran proporsional dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya