Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Buka Kongres HIMPERRA, Bamsoet Dorong Pemerataan Pembangunan Rumah Rakyat

Rabu, 6 Desember 2023 20:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, para pengembang perumahan yang menjalankan usahanya secara bijak, patut dianggap sebagai "pahlawan rumah rakyat”. Mengingat komitmen pemerintah untuk menyediakan rakyat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, memerlukan dukungan dari pengembang, termasuk dari Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA).

Peran aktif asosiasi pengembang, swasta, serta perbankan sangat penting, mengingat dana APBN untuk perumahan sangat terbatas. Terlebih backlog (kekurangan pemenuhan kebutuhan) perumahan yang terus bertambah setiap tahunnya.

Baca juga : Kemendes Dan IFAD Dorong Berbagai Inovasi Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Desa

Tahun ini, backlog perumahan mencapai 12,7 juta rumah. Padahal UUD 1945, Pasal 28 H Ayat 1 mengamanatkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. “Pasal ini menegaskan, tempat tinggal adalah kebutuhan fundamental rakyat, yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi," ujar Bamsoet, saat membuka saat Kongres II HIMPERRA secara virtual, di Jakarta, Rabu (7/12).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, pada 2020, jumlah rumah tangga yang memiliki rumah sendiri mencapai 80,1 persen. Tahun 2021 meningkat menjadi 81,08 persen, dan kembali meningkat pada 2022 menjadi 83,99 persen. Jika diasumsikan jumlah penduduk pada 2022 adalah 275,3 juta, maka ada sekitar 44 juta penduduk yang belum memiliki rumah sendiri.  

Baca juga : Optimalkan Momentum Akhir Tahun, BNI Dorong Pengembangan UMKM

"Pada 2015, Pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap perumahan. Sejak dicanangkan pada 2015, Program Sejuta Rumah yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan target pembangunan 1 juta rumah per tahun, baru betul-betul terealisasi pada tahun 2018, dengan capaian 1,13 juta unit. Angka ini kemudian meningkat pada tahun berikutnya dengan capaian 1,25 juta unit," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, dari 2015 hingga 2021, walaupun sempat diterpa pandemi Covid-19, realisasi Program Sejuta Rumah telah mencapai 6,87 juta unit rumah. Namun angka ini belum sepenuhnya mampu menekan angka backlog perumahan. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh tingginya angka urbanisasi. Saat ini, sekitar 56,7 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.

Baca juga : BAZNAS Salurkan Bantuan Palestina Di Masa Darurat, Pemulihan, Dan Pembangunan

"Memang tidak mudah menyelesaikan masalah perumahan ini, apalagi jika melihat angka backlog perumahan. Namun, ini jadi tantangan tersendiri, khususnya HIMPERRA. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil karena terkena dampak pandemi, dan juga perekonomian global yang juga kurang kondusif, 'memaksa' pengembang perumahan untuk menata strategi dan bekerja lebih keras lagi," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.