Dark/Light Mode

Putu Rudana: Forum Indonesia-Pasifik Bakal Tingkatan Investasi

Kamis, 25 Juli 2024 12:36 WIB
Wakil Ketua BKSAP DPR Putu Supadma Rudana (kiri). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua BKSAP DPR Putu Supadma Rudana (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Kedua Indonesia-Pasific Parliamentary Partnership (IPPP) di Senayan, Jakarta, pada 25-26 Juli 2024. Tema yang diusung "Partnership for Prosperity: Fostering Regional Connectivity and Inclusive Development".

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana bersyukur, karena setelah 6 tahun, Forum IPPP bisa kembali digelar atau diselenggarakan. "Karena terakhir dilakukan tahun 2018,” ucapnya, di Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Putu Rudana menjelaskan, dirinya mendukung Pemerintah untuk terus melakukan diplomasi dengan negara-negara Pasifik. Agar ke depannya Indonesia maupun negara-negara Kepulauan di Pasifik memiliki mutual respect atau sama-sama menghormati dan menghargai satu sama lain.

Putu berharap, ke depan engagement (interaksi) ini harus diakselerasi dan ditingkatkan lagi. Tidak hanya membahas isu-isu yang berhubungan dengan kondisi dan tantangan yang terjadi, tapi lebih produktif pada peningkatan konektivitas, peningkatan pendukungan pembangunan infrastruktur.

“Bagaimana kita harus terus saling mendukung dan meningkatkan kerja sama di bidang investasi pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, perdagangan, transisi energi, pariwisata, serta pendidikan. Yang pada ujungnya akan memberikan manfaat dan pertumbuhan antar negara, sehingga masyarakat mendapatkan kesejahteraan," ujar Anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Berkelanjutan ini.

Baca juga : Impor Makanan Korea Ke Indonesia Alami Peningkatan

Kata Putu, forum pertemuan yang dihadiri 13 negara ini, termsuk Indonesia serta 1 negara teritori Prancis, diharapkan dapat membangun kembali kebersamaan antara Indonesia dengan negara-negara Kepulauan Pasifik, membangun suatu hubungan yang baik.

“Mereka bisa melihat berbagai pembangunan yang sudah kita capai di Indonesia, secara khusus di Jakarta. Mereka memahami bahwa pembangunan di Indonesia juga dibangun secara inklusif dan merata di seluruh indonesia, tidak hanya di barat Indonesia tapi sampai ke ujung timur,” jelas dia.

Maka dari itu, lanjut Putu, Parlemen selalu mendukung first track diplomacy yang dilakukan Pemerintah. Sedangkan, parlemen terus melakukan second track diplomacy untuk terus mengawal hubungan baik dengan kepulauan Pasifik.

“Ini untuk membangun hubungan baik antara Indonesia dan negara di Kepulauan Pasifik. Parlemen di sini memiliki satu komitmen untuk mendukung dan membantu first track diplomacy yang dilakukan Pemerintah,” ucapnya.

Dengan hadirnya forum kedua ini, Putu berharap, ada akselerasi yang dilakukan negara-negara Pasifik dan Indonesia. Dalam arti, forum ini tidak hanya membahas isu-isu tradisional seperti yang berhubungan dengan perbatasan.

Baca juga : Indonesia Menjadi Pilihan Investor Tanamkan Modal

“Tapi lebih jauh bagaimana meningkatkan perdagangan, meningkatkan investasi di negara tersebut, dan meningkatkan kerja sama people to people, atau justru memberikan kontribusi peningkatan dalam capacity building,” kata Legislator asal Bali ini.

Sebagai Wakil Ketua BKSAP DPR, Putu ingin memastikan ada afirmasi yang dilakukan Pemerintah bahwa negara-negara Pasifik patut diberikan support atau dukungan baik secara capacity building. Tugas DPR melakukan pengawasan terhadap program Pemerintah tersebut.

“Kita harus terlibat dalam investasi di negara tersebut, dan pada ujungnya kita harus mampu memastikan apa yang kita lakukan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat negara-negara Pasifik tersebut. Parlemen di sini komitmen membantu first track diplomacy yang dilakukan Pemerintah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Putu juga ingin memastikan hubungan yang berhubungan antara people to people dan bagaimana sama-sama mengawal isu climate change (perubahan iklim). Sebab, diketahui dampak isu climate change juga dirasakan masyarakat Pasifik.

“Salah satunya berhubungan dengan sea (laut), yaitu peningkatan tingkat ketinggian air laut yang dirasakan karena peningkatan suhu bumi atau global warming tersebut,” ujar Anggota Komisi VI DPR ini.

Baca juga : IPMI: Bonus Demografi Harus Didukung Peningkatan Investasi Pendidikan

Selain itu, Putu mengatakan, dalam forum meeting Indonesia-Pasific Parliamentary Partnership ini akan dibahas tentang konektivitas agar ditingkatkan lagi, karena memang dibutuhkan sekali oleh negara-negara Pasifik. Selama ini, lanjut dia, mereka memang sangat jarang dalam konektivitasnya udara, hubungan langsung dengan Indonesia.

“Konektivitas ini harus lebih diperluas lagi dengan melibatkan baik state airlines maupun airlines swasta, untuk bisa menjangkau kawasan Pasifik atau negara-negara Pasifik lainnya. Karena memang afirmasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa keberpihakan kita juga untuk negara-negara Pasifik agar mereka juga memberikan respek yang tinggi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.