Dark/Light Mode

Rencana Merger Masih Terus Dikaji

Kinerja PP Dan WIKA Harus Sehat Dulu

Kamis, 5 September 2024 07:05 WIB
Ilustrasi merger PT PP dan WIKA.
Ilustrasi merger PT PP dan WIKA.

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana merger atau penggabungan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA masih terus dikaji. Salah satunya, menelaah dampak jika keputusan tersebut diambil.

Direktur Strategi Korporasi dan HCM (Human Capital Management) PT PP, I Gede Upeksa Negara mengakui, saat ini PT PP sedang melakukan pengkajian dengan partner merger, yaitu WIKA.

“Kami sudah menunjuk konsultan untuk mengkaji dampak atau strategi merger apa yang dilakukan jika nanti sudah siap,” kata Gede di Jakarta, Jumat (30/8/2024).

Menurut Gede, PT PP terus menekankan fokus utama aksi korporasi ini di masing-masing perusahaan. Yang pasti, ditegaskannya, perusahaan yang akan dimerger harus memiliki kinerja yang sehat terlebih dahulu.

Baca juga : Top, RI Siap Jadi Industri Penerbangan Ke-4 Dunia

“Kami sudah melakukan kajian dan sedang berjalan rencana penggabungan. (Kajian) tidak hanya terhadap industri secara keseluruhan, tetapi juga bagi anak usaha dan afiliasinya,” ucap Gede.

Ia melanjutkan, ada beberapa perusahaan afiliasi yang rencana bisnisnya sejalan dengan perusahaan yang akan di-merger.

Dengan demikian, dari kajian tersebut akan dibuat strategi yang tepat untuk meningkatkan performa perusahaan pasca merger.

“Hasil kajian selanjutnya akan disampaikan ke Kementerian (BUMN) dan menunggu arahan kementerian,” katanya.

Baca juga : Nakes Jakarta Terlatih Tangani Cacar Monyet

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad menambahkan, baik PP maupun WIKA harus berada dalam kondisi sehat untuk mendukung keberhasilan merger.

“Baik itu nanti dalam bentuk sub-holding maupun holding,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito menuturkan, rencana penggabungan memang masih dikaji mendalam oleh Kementerian BUMN. Dan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.

Ia menduga bakal ada arahan lebih detail dari Kementerian BUMN dalam waktu dekat. Karena itu, sekarang pihaknya masih dalam tahap persiapan konsolidasi.

Baca juga : Arab Saudi Vs Indonesia, Nunggu Cakar Tajam Garuda

“Sejauh ini kami baru tahap persiapan saja, menunggu arahan dari Kementerian BUMN,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.