Dark/Light Mode

Soal Penggunaan Mobil Maung, Komisi II DPR Ingatkan KPU Menghemat Anggaran

Rabu, 25 September 2024 21:39 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi II DPR Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia menyoroti penggunaan kendaraan taktis maung buatan Pindad yang digunakan Sekjen KPU.

Rezka mengatakan kendaraan taktis maung ini diketahui digunakan saat KPU melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Wonogiri hingga Mamuju.

"Saya ada dapat data mungkin manti kesekjenan bisa jawab, apakah pernah KPU ini menggunakan kendaraan Taktis Maung buatan Pindad yang pernah bapak gunakan untuk kunjungan kerja ke Wonogiri dan Mamuju ataupun kunjungan kerja ke Pulau Jawa," kata Rezka dalam rapat bersama Komisi II DPR, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pentingnya Rekonsiliasi Antar-Anak Bangsa

Dia mempetanyakan alasan KPU menggunakan kendaraan taktis tersebut. Terlebih, menurut Rezka kendaraan taktis memerlukan pemeliharaan dan perawatan.

"Apakah kendaraan maung ini masih digunakan KPU atau gimana?" tanya dia.

"Kalau digunakan buat apa kendaraan buatan pindad ini untuk KP dan dibawa kunjungan kerja ke Wonogiri termasuk di Mamuju?” cecar Rezka.

Baca juga : Rivan A. Purwantono Paparkan Sejumlah Inisiatif Strategis Jasa Raharja

Dalam rapat, KPU menjelaskan, kendaraan tersebut digunakan untuk monitoring logistik. Rezka pun menilai hal ini sebagai pemborosan anggaran.

"Berarti kendaraannya digunakan kembali untuk monitoring logistik, jadi keren ini KPU-nya. Sekarang kendaraannya tidak jadi dipesan atau ditambah, tapi tetap ada satu. Di mana barangnya sekarang? Pemeliharaannya bagaimana? Mau dipakai ke mana itu kendaraan taktis begitu, pemborosan anggaran," tegasnya.

Rezka meminta KPU untuk menggunakan anggaran dengan benar sesuai tugas dan fungsi KPU. Sebab, Rezka mengingatkan, uang dari pajak rakyat.

Baca juga : FESyar Jawa Dorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

"Uang negara ini dari pajak rakyat jangan dibuat jor-joran untuk hal-hal yang tidak penting. Gunakan anggarannya betul-betul yang untuk kepentingan Pemilu kita, sesuai KPU tugasnya apa," tuturnya.

Rezka juga menyinggung kegiatan lain yang dinilainya merupakan pemborosan anggaran. Yakni, adanya kegiatan KPU dengan PPLN yang sudah selesai masa jabatan, namun tetap dilakukan.

“Kembali, ini pemborosan yang sangat luar biasa, tidak bisa didiamkan penggunaan anggaran yang tidak tepat dan tidak benar," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.