Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Seminar Kebangsaan HUT ke-60 Fraksi Golkar MPR
Bamsoet Ingatkan Pentingnya Rekonsiliasi Antar-Anak Bangsa
Selasa, 24 September 2024 19:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan, setiap Presiden Republik Indonesia, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jokowi, hingga nantinya Prabowo Subianto, harus dijaga kehormatan dan martabatnya. Mereka adalah putra dan putri terbaik bangsa, yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemajuan Indonesia.
Menurut Bamsoet, setiap Presiden memiliki legacy masing-masing. Soekarno sebagai Bapak Proklamator, Soeharto Bapak Pembangunan, BJ Habibie Bapak Teknologi, KH Abdurrahman Wahid Bapak Pluralisme, Megawati Ibu Penegak Konstitusi, SBY Bapak Perdamaian, dan Jokowi Bapak Infrastruktur.
Baca juga : Jokowi: Kesabaran TNI/Polri dalam Bebaskan Pilot Susi Air Sangat Bagus
“Nama baik, kehormatan, dan martabat pribadi mereka merupakan bagian dari nama baik, kehormatan dan martabat Indonesia, karenanya harus selalu kita jaga," ujar Bamsoet, usai menghadiri Seminar Kebangsaan HUT ke-60 Fraksi Partai Golkar MPR, di Gedung Nusantara IV MPR, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Hadir antara lain, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agung Laksono, Sekjen Partai Golkar Sarmuji, Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR TB Hasanuddin, Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Daulay, Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR Rambe Kamarul Zaman, Menteri Hukum dan HAM ke-27 sekaligus Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan Andi Mattalatta, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, serta Senior Partai Golkar Theo Sambuaga.
Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar MPR ke HIPAKAD, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Bela Negara
Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, terlepas dari berbagai dinamika politik dalam setiap pemerintahan, setiap Presiden telah memberikan yang terbaik bagi pembangunan Indonesia. Terhadap berbagai hal yang terjadi di masa lalu, cukup dijadikan catatan sejarah perjalanan bangsa. Tidak perlu ada kebencian, apalagi dendam yang diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Atas dasar itulah, kata Bamsoet, beberapa hari lalu, MPR mengundang keluarga Presiden Soekarno untuk menegaskan bahwa secara yuridis tuduhan terhadap Proklamator itu yang dianggap memberikan kebijakan mendukung pemberontakan dan pengkhianatan G-30-S/PKI pada 1965, sebagaimana terdapat dalam bagian konsideran/menimbang huruf (c) TAP MPRS Nomor XXXIII/MPR/1967, tidak pernah dibuktikan menurut hukum dan keadilan. “Keberadaan TAP MPRS tersebut juga dinyatakan sudah tidak perlu ditindaklanjuti karena sudah tidak berlaku lagi," jelas Bamsoet.
Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pentingnya Ketahanan Budaya Nusantara
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, langkah MPR mengundang keluarga Presiden Soekarno tersebut mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan. Sebagai Rumah Kebangsaan, MPR memiliki semangat rekonsiliasi untuk membangun kebersamaan antar anak bangsa. Sehingga tidak lagi mewariskan dendam politik masa lalu kepada generasi yang akan datang.
“Sebagai sebuah bangsa, sudah sewajarnya kita memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para presiden yang telah banyak mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Terlepas adanya kekurangan dan kelebihan, mereka adalah seseorang anak bangsa yang tetap patut kita hargai, dan ditempatkan dalam posisi terhormat," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya