Dark/Light Mode

Hadiri Harmony of Tradition, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Saudi

Selasa, 1 Oktober 2024 07:36 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi di berbagai bidang. Terlebih, hingga kini hubungan diplomatik Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi telah terjalin selama 74 tahun. Hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 1 Mei 1950 yang ditandai dengan pembukaan Perwakilan RI di Jeddah.

Dalam perkembangannya, Perwakilan RI di Jeddah berubah menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia pada tahun 1964. Di tahun 1985, saat ibu kota Arab Saudi dipindahkan ke Riyadh, Pemerintah Indonesia juga memindahkan kedutaan besarnya dari Jeddah ke Riyadh. "Sedangkan di Jeddah dibuka menjadi Konsulat Jenderal RI," ujar Bamsoet, usai menghadiri acara 'Harmony of Tradition: The Wonders of Saudi Arabia and Indonesia' di Jakarta, Senin (30/9/2024).

Hadir antara lain Ketua Umum Kadin Indonesia ⁠versi Munaslub Anindya Bakrie, Komisaris PT Arminareka Perdana Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution, CEO PT Arminareka Perdana Richan Nurhasan Mudzakar, serta Ketua Pembina Forum Silahturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah Fuad Hasan Masyhur.

Baca juga : Hari Bhakti Postel Ke 79, Telkom Tekankan Pentingnya Layanan Digital Untuk Indonesia

Ketua DPR ke-20 ini juga mengapresiasi Kerajaan Arab Saudi yang terus memberikan perhatian besar terhadap jamaah haji Indonesia. Terbukti, dengan terus bertambahnya kuota jamaah haji yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia. Pada Haji tahun 2024 lalu, total kuota haji Indonesia mencapai 241.000 orang.

Jemaah haji yang berangkat tahun ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah ibadah haji Indonesia. Total kuota haji Indonesia mencapai 241.000 orang, terdiri atas 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

"Semula kuota haji Indonesia tahun 2024 sebanyak 221.000 jemaah. Berkat lobi-lobi yang dilakukan Pemerintah, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji Indonesia sebesar 20.000 jemaah," kata Bamsoet.

Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pentingnya Penguatan Kelembagaan MPR Periode Mendatang

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, Indonesia dan Arab Saudi juga memiliki banyak peluang untuk meningkatkan kerjasama di sektor ekonomi dan perdagangan. Mengingat potensi perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi sangat besar, dan perlu didorong agar terus meningkat.

Arab Saudi merupakan negara tujuan ekspor produk nonmigas Indonesia ke-24. Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi di antaranya, minyak sawit dan turunannya, ikan, produk kertas, arang kayu, dan triplek.

"Sementara itu, produk utama Indonesia yang diimpor dari Arab Saudi antara lain etilen glikol, belerang, polipropilen, polietilen, dan besi. Kita harapkan kerja sama yang telah ada bisa lebih ditingkatkan," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.