Dark/Light Mode

Pemerintah Harus Kendalikan Deflasi

Jumat, 25 Oktober 2024 07:15 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan meminta Pemerintah segera melakukan langkah mitigasi guna mengendalikan laju deflasi yang kian dalam. Deflasi ini sudah berdampak pada ekonomi masyarakat kelas menengah dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengatakan, Pemerintah harus segera tancap gas mengendalikan situasi ini.

“Deflasi lima bulan berturut-turut ini sudah sangat nyata dam­paknya. PHK di mana-mana, perekonomian kelas menengah dari berbagai data menunjukkan dalam fase negatif atau lum­puh,” katanya di Jakarta, Kamis (24/10/2024).

Baca juga : DKI Buka Opsi Danai Makan Bergizi Gratis

Darmadi menegaskan, tren de­flasi dalam lima bulan berturut-turut ini merupakan alarm baha­ya jika dibiarkan berlarut-larut. Dampak paling buruk, perekonomian negara bisa terpero­sok ke zona krisis.

Deflasi adalah sebuah fase dalam ekonomi terjadi penu­runan harga-harga barang dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi 0,12 persen pada Septem­ber 2024. Selain itu, jumlah kelas menengah Indonesia juga saat ini menunjukkan terkoreksi. Tahun 2019 ada di angka 57,33 juta orang. Namun tahun 2024 me­nyusut menjadi 47,85 juta orang.

Baca juga : Barca Bantai Munchen 4-1, Blaugrana Sukses Balas Dendam

“Itu artinya, sepanjang kurun tersebut ada penurunan jumlah angka kelas menengah sebanyak 9,48 juta penduduk,” paparnya.

Tak hanya itu, Darmadi juga mengingatkan, tren PHK di berbagai sektor industri masih terus berlanjut hingga tahun ini. Kementerian Tenaga Kerja meng­ungkapkan, jumlah pekerja yang terkena PHK sepanjang Januari-Agustus 2024 ini meningkat 23,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tahun ini dilaporkan 46.240 kehilangan pekerjaan. Angka ini meningkat dibanding tahun 2023 yang mencapai 37.375 pekerja yang alami PHK. Padahal kedua simpul tersebut sebagai salah satu parameter untuk mengetahui sejauh mana perekonomian suatu negara dalam kondisi stabil.

Baca juga : Laga Pembuka NBA 2024-2025, Grizzlies Menang Dramatis

“Jika ekonomi kelas menengah stabil dan angka pengangguran dalam batas normal, itu artinya pertumbuhan ekonomi terjaga. Bila kedua indikator itu menun­jukkan tren negatif, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam kondisi kritis atau sedang ti­dak baik-baik saja,” kata Darmadi.

Bendaraha Megawati Institute ini menjelaskan, deflasi merupakan imbas adanya kekeliruan dalam menerapkan sebuah kebijakan.

Untuk itu, dia mendorong adanya evaluasi bagi Pemerintahan yang baru atas situasi perekono­mian yang kurang menguntung­kan saat ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.