Dark/Light Mode

Kabinet Merah Putih Diisi 109 Orang

Hashim: Memang Gemuk, Yang Penting Outputnya

Kamis, 24 Oktober 2024 08:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka foto bersama usai melantik menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). (Foto: Dido/RM)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka foto bersama usai melantik menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). (Foto: Dido/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hashim Djojohadikusumo mengakui Kabinet Merah Putih yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto, terlihat gemuk. Namun, adik Prabowo ini menegaskan, yang paling penting adalah hasil atau output dari kabinet tersebut.

Hal tersebut disampaikan Hashim dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2024). Dalam acara tersebut, Hashim mengomentari, Kabinet Merah Putih yang diisi 109 orang.

Ada dua komentar utama dari masyarakat terkait Kabinet Merah Putih. Pertama, jumlah menteri perempuan yang dianggap sedikit. Kedua, kabinet dinilai terlalu gemuk, atau beranggotakan terlalu banyak orang. Ada kekhawatiran kabinet hanya akan memakan biaya tinggi, sementara hasilnya minim.

"Ini agak gemuk memang, tapi yang penting outputnya apa. Kalau kabinet yang gemoy ini, kalau bisa outputnya luar biasa," harapnya. 

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menyampaikan, banyaknya kementerian adalah strategi untuk mengentaskan kemiskinan. Hashim lalu berbicara mengenai cita-cita Prabowo menghapus kemiskinan seperti yang disampaikan dalam pidato pelantikannya. Karena alasan itu, Prabowo menunjuk Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. 

Badan tersebut, kata Hashim, diberikan tugas jadi koordinator antara kementerian yang 48 itu. "Ini agak gemuk memang, tapi yang penting outputnya apa," kata Hashim, mengulangi. 

Baca juga : Instansi Pemerintah Kudu Punya Tim Siber

Hashim juga menyampaikan, Prabowo akan memastikan anggota kabinetnya bekerja optimal. Hashim yang baru diangkat menjadi Ketua Dewan Kehormatan Kadin ini mengatakan, Prabowo akan melakukan evaluasi anggota kabinetnya setiap enam bulan. 

Evaluasi pertama akan dilakukan paling lambat, April 2025. Jika dalam enam bulan pertama, setiap menteri dan wakil menteri dirasa tidak efisien, maka akan dievaluasi oleh Prabowo. "Jadi dalam 6 bulan pertama, maaf, kurang efisien, korup, atau kurang berdaya, lelah, atau kurang tenaga akan dievaluasi. Dan dia (Prabowo) orangnya tegas,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie memberikan pandangannya terkait kabinet besar yang dibentuk oleh Prabowo.

Menurut Anindya, komposisi kabinet saat ini merupakan strategi untuk memperkuat lini pemerintahan. Jadi, tidak ada alasan untuk khawatir dengan komposisi kabinet saat ini.

Anindya menjelaskan, Indonesia merupakan negara besar dengan berbagai tantangan dan peluang yang signifikan. Karena itu, dibutuhkan kementerian yang banyak dan fokus pada bidang masing-masing untuk menjawab tantangan tersebut.

"Saya yakin, kita akan melihat hasil yang baik dalam kesempatan berikutnya, dan evaluasi akan menunjukkan bagaimana hasil dari kabinet ini,” kata Anin, sapaannya. 

Baca juga : Soal Postur KMP, Banteng Berprasangka Baik

Anin juga menyampaikan keyakinannya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintahan Prabowo. Ia menekankan, dunia usaha merasa optimis, terutama karena adanya kestabilan, termasuk keberlanjutan dalam posisi-posisi kunci di pemerintahan.

Ketua Apindo, Bob Azam mengatakan, jumlah kabinet merupakan hak prerogatif Prabowo. Namun, kata dia, kabinet gemuk tidak selalu negatif. “Yang penting bagaimana koordinasinya,” ujarnya.

Dia pun berharap, kabinet yang ada bisa mencapai target-target Prabowo. Salah satu pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih adalah mengembalikan daya beli masyarakat.

Pengamat Ekonomi Politik, Mohammad Zulfikar Dachlan mengatakan, Prabowo tentu memiliki pertimbangan yang independen dalam membentuk Kabinet Merah Putih. 

"Jadi, kita harus menghormati hak prerogatif presiden. Beri kesempatan dulu, lalu mari kita awasi dan evaluasi," kata Zulfikar, dalam keterangannya, Rabu (23/10/2024).

Menurut Zulfikar, pada akhirnya akan ada seleksi alam dalam kabinet. Menurut dia, Prabowo pasti akan melakukan evaluasi mana menteri yang bisa bekerja, mana yang tidak.  

Baca juga : Joki Publikasi-Jurnal Predator Harus Disikat Sampai Tuntas

Dalam keterangannya, Zulfikar menambahkan, keputusan Prabowo membentuk kabinet gemuk membawa sejumlah risiko. Pertama, negara harus menyediakan anggaran gaji yang lebih besar. Belum lagi persoalan kantor, kepegawaian dan sebagainya. Perlu aturan yang jelas untuk mengaturnya agar tidak terjadi tumpang tindih.

Pengamat Politik dari Universitas Jember, Hermanto Rohman menilai, komposisi Kabinet Merah Putih merupakan skenario yang dirancang Prabowo untuk menjaga stabilitas pemerintahan selama lima tahun ke depan. Hal ini terlihat dari penekanan pada sektor pertahanan, keamanan, dan hukum. Di sektor tersebut, Prabowo menempatkan orang-orang kepercayaannya guna memastikan pemerintahan yang solid dan kuat.

Memang, kata dia, anggota kabinet saat ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Namun, ia memandang positif hal tersebut sebagai strategi untuk lebih merinci pembagian tanggung jawab dalam mencapai target pemerintahan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.