Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hasil Jajak Pendapat Terbaru
Harris Imbangi Trump Pilpres AS Kian Sengit
Selasa, 6 Agustus 2024 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran calon presiden (capres) Partai Demokrat Kamala Harris menambah seru Pemilu Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS). Jajak pendapat terbaru menunjukkan Harris bisa mengimbangi capres Partai Republik Donald Trump.
Menjelang Pilpres AS yang dijadwalkan pada 5 November 2024, Harris mengguncang prediksi sebelumnya yang menyebutkan Trump sebagai calon unggulan menuju Gedung Putih saat bersaing melawan Joe Biden.
Berdasarkan jajak pendapat CBS News/ YouGov yang dirilis Minggu (4/8/2023), Harris kini unggul 1 persen secara nasional dibandingkan Trump. Ini berbeda dengan polling sebelumnya, dimana Trump unggul 5 persen atas Biden.
Namun, di negara-negara bagian kunci yang mempengaruhi hasil Electoral College (EC) dalam Pilpres AS, Harris dan Trump berada pada posisi setara.
Baca juga : Djoker Incar Olimpiade AS
Hasil ini dianggap sebagai pencapaian positif bagi kandidat Demokrat yang baru terjun ke kontestasi Pilpres bulan lalu. Harris merupakan Wakil Presiden AS dan wanita Asia Selatan pertama yang menduduki jabatan tersebut. Kini, dia tengah berusaha memperkuat dukungannya di kalangan pemilih.
Sementara, jajak pendapat CBS menunjukkan bahwa dukungan untuk Harris semakin meningkat. Kendati begitu, Trump masih mendapatkan dukungan signifikan dalam isu ekonomi. Hanya 25 persen responden yang merasa keadaan finansial mereka akan membaik jika Harris menang.
Namun, dalam hal kepercayaan terhadap temperamen kandidat, jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih lebih percaya Harris dibandingkan Trump.
Isu kesehatan, yang dulu menjadi kelemahan Biden, kini menjadi tantangan bagi Trump yang berusia 78 tahun.
Baca juga : Sulit Bangun Koalisi di Sejumlah Daerah, Tanduk Banteng Sedang Tumpul
Jajak pendapat menunjukkan, 51 persen responden percaya Trump mampu secara mental menjalankan tugas sebagai presiden. Sementara 64 persen yakin Harris lebih bisa menjalankan tugas sebagai presiden.
Hal senada disampaikan pakar jajak pendapat yang juga ahli statistik dan data terkemuka Nate Silver. Dikutip dari New York Post pada 2 Agustus 2024, Silver memperbarui prediksinya dua hari setelah dia mengatakan Trump secara elektoral diunggulkan untuk memenangkan Gedung Putih ketika berhadapan dengan Biden.
Sekarang, kata Silver, dengan Harris sebagai calon, posisi pemilihan menjadi lebih tidak pasti.
Silver merilis hasil analisa pertamanya sejak Harris menjadi calon dari Partai Demokrat pada 21 Juli lalu. Prediksinya, Harris akan memenangkan suara terbanyak alias popular vote. Namun tidak diunggulkan dalam EC.
Baca juga : Di Banten, Golkar Cari Strategi Yang Pas
Sebagai informasi, di AS, pemenang Pilpres tidak ditentukan pemungutan suara publik secara nasional atau popular vote, melainkan melalui sistem Electoral College.
Electoral College adalah badan resmi yang bertugas untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden AS. Orang yang bertugas di dalamnya disebut electors atau pemilih. Jumlah electors dalam Electoral College sama dengan jumlah anggota kongres yang dimiliki oleh suatu negara bagian.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya