Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti mengganasnya Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah sentra peternakan. Pemerintah diminta jangan lengah mencegah munculnya kembali penyakit yang sangat menular bagi hewan ternak ini.
Anggota Komisi IV DPR drh. Slamet mengatakan, sejumlah wilayah Jawa Timur terpaksa menutup pasar hewannya untuk mencegah penularan yang lebih luas dari wabah ini. “Sejak Indonesia belum kembali dinyatakan sebagai negara bebas PMK, maka PMK akan tetap ada di Indonesia,” kata dia kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (11/1/2025).
Seharusnya, kata politisi Fraksi PKS ini, Pemerintah tetap waspada terhadap kemunculan wabah PMK ini. Apalagi saat ini peternak baru mulai bangkit dari wabah PMK yang menyerang dan menyebabkan kematian ribuan hewan ternak pada tahun 2022 lalu.
Namun sayangnya, Pemerintah justru lengah dalam menghadapi wabah yang sangat menakutkan di banyak negara ini. Hal ini terlihat dari program vaksinasi yang tidak berlanjut. “Bahkan saya lihat anggaran vaksinasi PMK 2025 tidak ada sama sekali,” katanya.
Ironisnya, lanjut dia, Pemerintah malah berencana melakukan impor sapi di tengah wabah PMK. “Ini Pemerintah sudah kurang antisipatif, malah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membuka ruang untuk memperparah kondisi yang terkait dengan PMK,” ujarnya .
Baca juga : Berjumlah 1 Juta Agen, Ini Dampak Ekonomi Dan Sosial Keberadaan AgenBRILink Milik BRI
Slamet mengingatkan, Pemerintah harusnya menempuh kebijakan yang sangat hati-hati terhadap kebijakan impor sapi ini. “Pengakuan Brasil bebas PMK itu baru sepihak. Belum ada pengakuan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organisation For Animal Health /WOAH),” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, wabah PMK kembali mewabah di sejumlah sentra peternakan di Pulau Jawa. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat mengungkapkan, periode 28 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025, kasus PMK menular ke 1.112 hewan ternak. Sebanyak 52 ekor mati, 51 ekor dipotong bersyarat, 111 ekor sembuh, 898 kasus aktif, dan 764 hewan diduga terpapar PMK.
Sementara di Jawa Tengah, dilaporkan sebanyak 2.300 ekor sapi terinfeksi PMK dan sebanyak 50 ekor sapi lainnya dilaporkan mati.
Sedangkan di Jawa Timur lebih parah lagi. Tiga pasar hewan di beberapa sentra peternakan di Jawa Timur menutup pasar hewan untuk mencegah penyakit PMK ini. Tercatat sejak 1 Desember 2024 sampai 10 Januari 2025, terdapat 11.317 sapi yang terinfeksi PMK, di mana 22 persen sembuh, 70 persen proses penyembuhan, dan sisanya mati dan dipotong paksa. Yogyakarta tengah mempertimbangan untuk menetapkan situasi darurat karena wabah PMK ini.
Sementara, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menjamin ketersediaan daging sapi dan kerbau untuk kebutuhan bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi dalam kondisi aman. Walau kasus PMK merebak di sejumlah sentra sapi, tidak akan membuat stok daging sapi selama Ramadhan terganggu.
Baca juga : Jalani Hidup Sehat, Pakai Masker Dan Cuci Tangan
“Pemerintah menjamin bahwa ketersediaan daging untuk bulan puasa maupun Lebaran 2025 Insya Allah tercukupi,” kata Agung.
Agung mengakui terjadi peningkatan kasus PMK di wilayah Indonesia, tapi jumlahnya masih jauh lebih kecil apabila dibandingkan ketika wabah PMK merebak pada tahun 2022.
Terpisah, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat Manaor Panggabean memastikan tindakan karantina terhadap impor sapi bakalan dari Australia. Pengasingan dan pengamatan dilakukan selama kurang lebih 14 hari sejak kedatangan. Sapi-sapi impor tersebut tidak diperbolehkan keluar atau didistribusikan sebelum masa karantinanya selesai.
“Ini kita lakukan semua sama ya, intinya kita lakukan tindakan karantina untuk memastikan ternak tersebut sehat, tidak ada penyakitnya, misalnya PMK dan LSD,” ungkap Sahat.
Menurutnya tindakan karantina yang dilakukan oleh Barantin terhadap importasi sapi hidup dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh yang meliputi tahapan pre border, at border, dan post border. Selain tindakan karantina, seluruh populasi sapi impor tersebut juga dilakukan vaksinasi serta penerapan biosekuriti di IKH yang ketat.
Baca juga : Real Sociedad Vs Villarreal, Misi Perbaiki Klasemen
Dari data Barantin, pemasukan sapi bakalan Australia pada tahun 2024 adalah sebanyak 487.452 ekor. Sapi ini masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak. Dan, tidak terdapat kasus penyakit PMK.
Perlu diketahui PMK merupakan salah satu penyakit menular pada hewan yang paling ditakuti oleh semua negara di dunia. Penyebaran PMK pada hewan ternak berjalan dengan sangat cepat dan mampu melampaui batas wilayah negara. Dampak yang ditimbulkan berupa kerugian ekonomi karena menyebabkan penurunan produksi daging dan susu, serta menghambat perdagangan hewan ternak dan produk hewani. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya