Dark/Light Mode

Temui Kepala BKPM, Pimpinan MPR Dorong Ivestasi Low Carbon Economy

Jumat, 21 Februari 2025 18:06 WIB
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno  (kanan) saat menemui Menteri Investasi dan Hiliriasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Jumat (21/2/2025). (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (kanan) saat menemui Menteri Investasi dan Hiliriasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Jumat (21/2/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menemui Menteri Investasi dan Hiliriasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Jumat (21/2/2025).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat ketahanan energi, mempercepat transisi energi, dan mendorong investasi Low Carbon Economy seperti Carbon Capture Storage (CCS) yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia.

“CCS dapat menjadi solusi strategis dalam mengurangi emisi karbon sekaligis berkontribusi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, ujar Eddy dalam keterangannya, Jumat (21/2/2025).

Eddy menambahkan. Carbon Capture Storage bukan lagi sekadar solusi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang mendatangkan investasi, menyerap tenaga kerja, transfer teknologi dan menyumbang pertumbuhan PDB nasional.

Baca juga : PEP Sukowati Field Gelar Panen Raya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

"Negara-negara lain tengah berbenah untuk menjadikan karbon sebagai komoditas bernilai tinggi. Indonesia kelak akan bersaing dengan negara lain menjadi tujuan utama investasi CCS di kawasan. Saya yakin Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum dimiliki negara lainnya," ujar Eddy. 

Sejumlah masukan dan usulan terkait kebijakan investasi inilah yang disampaikan Anggota DPR RI Komisi XII ini kepada Menteri Investasi dalam pertemuan mereka. 

“Kita harus memastikan bahwa kebijakan dan regulasi kita memudahkan dan menarik bagi investasi untuk masuk, tentu dengan menjaga kepentingan nasional. Dengan demikian, maka peluang Indonesia untuk menjadi pusat CCS di kawasan akan semakin besar,” tambahnya. 

Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan perlunya dukungan penuh dari sektor industri dan investasi agar proses ini berjalan lebih cepat, sehingga negara-negara lain termasuk kalangan industri nasional mengurangi rmisi iarbonnya dengan memanfaatkan fasilitas penyimpanan karbon yang ada di Indonesia. 

Baca juga : Tembak Warga Sipil, KKB Pimpinan Askel Mabel Diburu Satgas Damai Cartenz

Dalam pertemuan tersebut, Eddy sangat mengapresiasi Menteri Investasi, Rosan Roeslani, yang menunjukkan responsivitas tinggi dalam memfasilitasi investasi di sektor CCS. 

Ia menyoroti bahwa target terdekat yang akan direalisasikan adalah mengajak investor luar untuk mengirimkan karbon ke Indonesia untuk disimpan secara aman. 

“Proyeksi kami bahwa negara pertama yang akan terlibat adalah Singapura, sementara proyek CCS yang saat ini tengah dikerjakan oleh Pertamina bersama Exxon dan Inpex di Lapangan Abadi Masela diharapkan menjadi pintu masuk bagi negara lain, seperti Korea Selatan dan Jepang, untuk turut serta berinvestasi dalam sektor ini,” lanjutnya. 

“Kita harus bergerak cepat dan memastikan bahwa investasi CCS ini benar-benar memberikan dampak bagi ekonomi dan lingkungan. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan sektor swasta, saya optimistis Indonesia dapat menjadi hub utama CCS di Asia," ujar Eddy. 

Baca juga : Pemerintah Dorong Pengembangan KEK

Sebagai langkah strategis ke depan, MPR siap bekerja sama secara proaktif dengan Kementerian Investasi guna memastikan investasi CCS dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat signifikan bagi ekonomi nasional serta keberlanjutan lingkungan.

“Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, investor, dan sektor industri, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi pemimpin di bidang Carbon Capture Storage di kawasan Asia dan dunia," pungkas Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.