Dark/Light Mode

Kejar Ketertinggalan Di ASEAN

Pemerintah Dorong Pengembangan KEK

Kamis, 9 Januari 2025 07:00 WIB
Kejar Ketertinggalan Di ASEAN Pemerintah Dorong Pengembangan KEK

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara ASEAN. Inisiatif ini juga dinilai mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KEK memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana telah terbukti di negara-negara lain, termasuk China.

“KEK telah menjadi motor utama pertumbuhan di China, Vietnam, Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya. Sudah saatnya KEK di Indonesia memaksimalkan peluang ini,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2025).

Saat ini, Indonesia memiliki 24 KEK yang tersebar di berbagai sektor. Seperti manufaktur, ekonomi digital, kesehatan, pendidikan hingga Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) pesawat.

Baca juga : Hore, Bansos KJP Plus Tahun 2024 Sudah Cair

“Kita tidak punya waktu banyak. Target pengembangan KEK harus tercapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” tegas Airlangga.

Airlangga juga menyoroti kondisi geopolitik global yang bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk menarik investasi.

Menurutnya, ketidakstabilan politik di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Suriah, memberikan peluang bagi ASEAN, khususnya Indonesia, yang dikenal memiliki stabilitas politik dan ekonomi.

“ASEAN, termasuk Indonesia, menjadi kawasan stabil secara politik dan ekonominya terus tumbuh dalam dua dekade terakhir. Ini kesempatan emas yang harus kita manfaatkan untuk bersaing,” tambahnya.

Baca juga : Real Madrid Vs Real Mallorca, Los Blancos Siap Hajar Vermilions

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, sepanjang tahun 2024 KEK di Indonesia berhasil menghimpun investasi senilai Rp 82,6 triliun dan menyerap 42.930 tenaga kerja.

“Sejak 2012 hingga 2024, total investasi yang dicatat KEK mencapai Rp 256,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 156.208 orang. Ini melibatkan 394 pelaku usaha,” jelas Rizal dalam acara pelantikan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Selasa (7/1/2025).

Saat ini sudah ada 24 KEK di Indonesia, terdiri dari 12 KEK industri, 7 KEK pariwisata, 2 KEK digital dan 1 KEK jasa MRO (Batam Aero Technic). Sedangkan 8 KEK masih dalam proses penetapan oleh Presiden.

“Dengan capaian ini, kami ditantang untuk meningkatkan kontribusi KEK dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Rizal.

Baca juga : Ginting Gacor, Jojo Gugur

Untuk diketahui, melalui pengembangan KEK, Pemerintah berupaya menciptakan kawasan-kawasan produktif yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan memanfaatkan stabilitas kawasan ASEAN, Pemerintah optimistis target ekonomi nasional dapat tercapai dalam waktu dekat. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 9 Januari 2025 dengan judul "Kejar Ketertinggalan Di ASEAN, Pemerintah Dorong Pengembangan KEK"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.