Dark/Light Mode

Penghapusan Aturan Kuota Impor

DPR: Menteri Jangan Bikin Kebijakan Kontraproduktif

Selasa, 15 April 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi IV DPR Riyono Caping. (Foto: Dok. Humas Fraksi PKS).
Anggota Komisi IV DPR Riyono Caping. (Foto: Dok. Humas Fraksi PKS).

 Sebelumnya 
Terpisah, anggota Komisi XI DPR M Hanif Dhakiri menilai, kebijakan Presiden Prabowo menghapus kuota impor untuk sejumlah komoditas strategis se­bagai bentuk reformasi ekonomi yang progresif dan berani.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah serius membongkar tata niaga yang selama ini dikuasai oleh kelompok rente dan praktik tidak sehat.

Baca juga : Hunian Hotel Loyo Saat Libur Lebaran

“Presiden mengambil langkah yang tepat dan berani. Ini mem­buka jalan bagi perbaikan struk­tur perdagangan nasional yang lebih efisien dan transparan,” ujar Hanif.

Namun, dia mengingatkan liberalisasi impor tidak boleh dilepaskan begitu saja tanpa pengaman dan kebijakan pe­nyeimbang. Negara tetap me­miliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produsen dalam negeri tidak tergilas dalam kompetisi pasar bebas yang be­lum sepenuhnya setara.

Baca juga : Dongkrak Sektor Investasi,Bappenas Gaet Danantara

“Pasar bebas harus disertai keadilan. Jangan sampai pelaku usaha nasional, terutama yang selama ini menopang kebutu­han pokok masyarakat, kehilangan ruang hidup karena banjir produk impor murah,” tegasnya.

Hanif mengatakan, selain menjaga keseimbangan dalam kebijakan impor, Pemerin­tah juga perlu mempercepat penguatan industri substitusi impor. Yakni sektor-sektor strategis yang mampu memproduksi barang yang selama ini terlalu bergantung pada luar negeri.

Baca juga : Penerima KJP Plus Bisa Diwajibkan Visit Museum

“Jangan hanya bicara soal membuka pintu, tapi juga soal menyiapkan dapur sendiri. Penguatan industri substitusi impor adalah kunci kemandirian ekonomi jangka panjang,” pung­kasnya. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Selasa, 15 April 2025 dengan judul "Penghapusan Aturan Kuota Impor DPR: Menteri Jangan Bikin Kebijakan Kontraproduktif"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.