Dark/Light Mode

Hadapi Ancaman Keamanan Bawah Laut

DPR: Kita Belum Punya Alat Deteksi Kapal Selam

Selasa, 29 April 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi I DPR Elita Budiati. (Foto: Dok. DPR RI).
Anggota Komisi I DPR Elita Budiati. (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi I DPR mengungkapkan lemahnya kemampuan negara menjaga pertahanan dan keamanan laut dari kapal asing. Bahkan sampai saat ini, kita tidak memiliki alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang mampu mendeteksi kapal selam ketika masuk ke perairan Indonesia.

Anggota Komisi I DPR Elita Budiati menuturkan, Indonesia memiliki visi besar menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkan hal itu, keselamatan dan keamanan laut harus menjadi prioritas utama. Karena itu, sangat penting menerapkan strategi yang komprehensif, berkelanjutan, inklusif dan efektif untuk mengatasi tantangan maritim yang luar biasa ini.

“Sebanyak 65 persen negara kita terdiri dari laut. Betapa pentingnya menjaga keamanan laut dan ini tugas berat dari TNI, selain Kementerian/Lembaga lainnya,” kata Elita dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Baca juga : ASDP Buka Pintu Wisata Dunia Dan Hubungkan 3T

Hanya saja sebagai negara maritim, Indonesia sampai saat ini belum memiliki Coast Guard yang mumpuni dalam mengawal keamanan laut Indonesia. Walau sudah dibentuk Badan Keamanan laut (Bakamla), badan ini bukanlah coast guard. Bakamla sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk penegakan hukum.

Jadi, ketika kapal-kapal asing yang melanggar terirorial Indonesia ditangkap dan ditindak, terjadi miskoordinasi yang menyebabkan langkah penegakan hukum tidak diketahui ujungnya.

Elita bilang, seharusnya kasus-kasus itu diekspos.

Baca juga : RI Percepat Perundingan Dagang Yang Terhambat

“Kalau mendengar paparan dari Pak Komandan Lantamal, betapa banyak sebenarnya yang sudah ditangani di laut tapi tidak terekspos sehingga terkesan tidak bekerja maksimal. Padahal, kalau lihat tugas berat sebenarnya menjaga kedaulatan laut itu ada salah satunya di TNI AL, cuma mungkin kurang terekspos,” jelasnya.

Elita menilai, perairan Indonesia termasuk wilayah sangat rentan menghadapi gangguan atas keamanan laut. Apalagi ancaman keamanan laut terbesar terutama dari bawah laut. Sebab sampai saat ini, ternyata armada TNI kita belum memiliki alat untuk mendeteksi kapal selam.

“Saya tanya kenapa kita tidak punya alat itu, alasannya alat itu sangat mahal,” ungkapnya.

Baca juga : Peserta Wajib Dibekali Kompetensi Teknologi

Menurutnya, situasi ini sangat riskan. Padahal semahal apa pun alat itu, kalau memang sangat penting dalam menjaga kedaulatan laut, maka negara wajib memiliki.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.