Dark/Light Mode

Pimpin Delegasi Ke Malaysia, Ibas Tegaskan Pentingnya Perlindungan PMI Dan

Rabu, 30 April 2025 12:09 WIB
Ibas bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Kuala Lumpur, Malaysia, Hermono, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Selasa (29/4/2025). (Foto: Dok. Partai Demokrat)
Ibas bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Kuala Lumpur, Malaysia, Hermono, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Selasa (29/4/2025). (Foto: Dok. Partai Demokrat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan pentingnya memastikan pelayanan, pengawasan, pembinaan, pendataan, hingga pengampunan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) atau PMI (Pekerja Migran Indonesia) di seluruh dunia, khususnya Malaysia, agar berjalan dengan baik dan komprehensif.

“Penguatan keamanan perbatasan untuk mencegah perdagangan ilegal dan narkotika antar negara juga sangat penting,” kata Ibas saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Kuala Lumpur, Malaysia, Hermono, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Selasa (29/4/2025).

“Kunjungan ini adalah bagian dari diplomasi kebangsaan untuk memperkuat informasi, komunikasi dan kolaborasi di negri jiran ini, Malaysia, negeri sahabat, negara serumpun,” ungkapnya mengawali.

Ibas juga menyampaikan bagaimana Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga bisa terus dikembangkan. 

Baca juga : Menko PMK Tegaskan Pentingnya Kesiapan Indonesia Hadapi Disrupsi AI

“Indonesia dan Malaysia punya potensi besar. Sumber daya alam, kekuatan budaya, hingga posisi strategis kalau kita saling memperkuat, bukan tidak mungkin menjadi kekuatan utama kawasan lewat ASEAN plus,” ungkapnya. 

Ibas juga menyoroti banyaknya populasi WNI di Malaysia, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Malaysia menjadi negara dengan jumlah WNI terbanyak, mencapai hingga lebih dari 2,5 juta orang.

Dengan tingginya jumlah WNI di Malaysia tersebut, pada pertemuan ini Ibas bersama rombongan delegasi sama-sama menegaskan pentingnya perlindungan, pengawasan, dan pembinaan secara optimal bagi mereka. 

“Kita dengar sekitar 2 juta WNI di Malaysia ya Pak. Berarti opportunity (peluang) kita di Malaysia semakin tinggi. Jumlah PMI di Indonesia juga sangat banyak. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya kehadiran negara untuk melakukan perlindungan, pengawasan, dan pembinaan, hingga pengampunan bagi saudara-saudara kita yang sedang bekerja (legal) di negara ini. Mereka wajib dilindungi termasuk para keluarga mereka,” ungkap Ibas.

Baca juga : Pimpin Apel Kesiapsiagaan, Menko Polkam Targetkan Zero Karhutla

Ibas juga menekankan pentingnya pendataan yang baik bagi PMI, di seluruh dunia, termasuk Malaysia. Hal ini akan membantu dalam penyelesaian berbagai masalah yang mungkin belum terselesaikan.

Ibas dan delegasi juga menyampaikan bahwa Malaysia adalah negara yang memiliki daya tarik bagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia), oleh karenanya KBRI bersama Pemerintah perlu memberikan perhatian besar dan bekerja lebih keras dalam melindungi dan mengayomi WNI. 

Salah satu yang disoroti dalam pertemuan ini, juga isu mengenai TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

“Jangan sampai ada saudara kita, WNI, yang menjadi korban dari TPPO. Kejahatan, penculikan, penipuan, bahkan eksploitasi. Termasuk jangan sampai ada lagi, penahanan passpor PMI yang bekerja di rumah tangga oleh majikan mereka, yang melanggar peraturan,” tegasnya.

Baca juga : Cegah Karhutla, Kapolri Tekankan Pentingnya Edukasi Sejak Dini

Pada pertemuan ini, Ibas bersama delgasi dan KBRI Kuala Lumpur, juga membahas tentang perlunya penguatan perbatasan Indonesia-Malaysia dalam memberantas perdagangan narkoba dan segala bentuk perdagangan ilegal antar negara. 

“Seperti yang disampaikan oleh rekan-rekan KBRI, tren transaksi narkoba semakin meningkat di perbatasan Indonesia-Malaysia.  Jumlah kasus dan kuantitas barangnya juga meningkat. Modus penyelundupan juga semakin canggih, melalui ship to ship (kapal ke kapal), ada juga menggunakan jasa PMI sebagai kurir secara tidak sadar, hanya dibayar sangat kecil dibanding hukumannya. Sehingga kami mendesak dan mendorong adanya penguatan jalur lintas di perbatasan negara-negara, di laut dan daratan NKRI kita. Berbagai pihak harus bersinergi untuk mencegah dan memerangi hal tersebut, jangan sampai berhasil masuk ke Indonesia. Patroli Bakamla (Badan Keamanan Laut), Bea Cukai, TNI, POLRI, hingga BIN,” tegas Ibas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.