Dark/Light Mode

Bertemu Rektor Univesiti Malaya, Ibas Tegaskan Pentingnya Sinergi Akademik Lintas Bangsa

Jumat, 2 Mei 2025 17:54 WIB
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) saat berkunjung ke Universiti Malaya, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) saat berkunjung ke Universiti Malaya, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi akademik lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Malaysia, dalam bidang pendidikan.

Ibas mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, parlemen, hingga kampus untuk bersinergi membangun masa depan cerah bagi generasi muda di seluruh dunia melalui pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ibas, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI secara langsung ketika bertemu dengan Prof. Dato’ Seri Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman, Vice-Chancellor (Rektor) Universiti Malaya, Rabu (30/4/2025). 

“Tentu saja, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di Universiti Malaya. Universitas ini memiliki reputasi baik dan terkenal, tidak hanya bagi orang Malaysia, tetapi juga di Asia dan Dunia. Saya tahu bahwa Universiti Malaya telah memberikan banyak kontribusi, tidak hanya pada mahasiswa, alumni, tapi juga kepada dunia,” kata Ibas di depan rektor dan para dosen. 

“Penting untuk kita semua membangun kolaborasi dan sinergi antar negara, tidak hanya antar pemerintah, tapi juga antar parlemen, dan kampus ke kampus,” lanjutnya. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini kemudian menyoroti banyaknya mahasiswa Indonesia yang melakukan pertukaran belajar ke Universitas Malaya, sehingga kerja sama antar kampus seperti ini harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk membangun fondasi yang kuat bagi generasi muda. 

Baca juga : Bertemu Ketua Parlimen Malaysia, Ibas Dorong Ekonomi Hijau Dan Kerja Sama Perdagangan

“Begitu banyak mahasiswa Indonesia datang ke Malaysia untuk belajar di Universiti Malaya. Saya juga mendengar dan melihat data dari profesor dan doktor di Universitas Malaya yang juga mengajar di kampus kami di Indonesia," ujar Ibas 

Menurutnya, kerja sama antar kampus seperti ini harus terus dilanjutkan dengan pemikiran dan diskusi yang dalam. 

"Kita harus membangun fondasi yang kuat untuk generasi mendatang," ujarnya.

Menurut Ibas, di tengah gejolak global, kolaborasi dan peran kampus serta dunia pendidikan sangatlah diperlukan. 

“Kita harus mengetahui peluang dan tantangan serta terus juga mengikuti perubahan dunia yang begitu cepat. Dan itulah mengapa saya mendukung kolaborasi ini. Malaysia adalah negara yang kuat. Indonesia adalah negara yang besar. Kita adalah saudara serumpun, kita adalah tetangga, juga memiliki budaya dan nilai nilai yang serupa," ujar Ibas.

“Kita di sini untuk bergandengan tangan dan kita dapat menciptakan banyak hal, tidak hanya perdagangan dan investasi tetapi juga untuk pendidikan, meningkatkan masa depan kita yang cerah maju sejahtera bersama generasi muda kita," ungkap Ibas.

Baca juga : Pimpin Delegasi Ke Malaysia, Ibas Tegaskan Pentingnya Perlindungan PMI Dan

Lulusan S3 Universitas IPB ini berharap, Universitas Malaya dan Universitas yang ada di Indonesia dapat menjalin hubungan baik dan berkolaborasi terus menerus. Termasuk dengan para pemangku kebijakan dan politisi.

“Kami berharap Universitas Malaya dapat memberikan hal positif progresif untuk dunia, khususnya ASEAN,” pungkasnya.

Prof. Dato’ Seri Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman, Vice-Chancellor (Rektor) Universiti Malaya menyambut baik kehadiran Ibas dan terima kasih karena telah berkenan berbagi pengetahuannya.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa menyambut baik Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono di kampus kami. Ini adalah acara yang sangat penting. Meskipun kunjungannya singkat, tapi dapat menciptakan hubungan baik, tidak hanya antara Universitas Malaysia, tetapi antara negara,: ujarnya.

"Saya selalu percaya bahwa sebagai sebuah universitas, tidak peduli apakah Anda berada di Malaysia atau di Indonesia, peran kita adalah untuk berbagi pengetahuan," ujarnya.

Salah satu dosen, Prof. Dr. Yvonne Lim Ai Lian, juga menyampaikan rasa bahagia dan nasihatnya kepada para mahasiswa yang akan bertemu Ibas. 

Baca juga : Dorong Ekonomi Inklusif, Menko PM Tekankan Pentingnya Sistem Pendampingan

“Atas nama Universitas Malaya, kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Edhie atas kehadirannya. Kepada para mahasiswa. Kami mendorong kalian untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan Dr. Edhie dengan saksama dan terinspirasi oleh kata-kata bijaknya. Ini akan menjadi momen dan mengubah pandangan dunia Anda dan mempersiapkan Anda untuk menjadi generasi pemimpin berikutnya bagi Indonesia dan Malaysia," ujarnya.

Reiman, salah satu mahasiswa yang bertemu Ibas juga menyampaikan kesannya.

“Apa yang disampaikan Dr. Edhie Baskoro sangat informatif dan sangat relate (nyambung), dengan apa yang tengah terjadi saat ini. Terutama soal independensi ASEAN, sehingga bagi saya yang saat ini berkuliah jurusan international and strategic studies merupakan sebuah topik yang baik dan sangat menarik," ujar Reiman.

Reiman berharap semoga event seperti ini lebih diperbanyak sehingga kami mendapat banyak pengetahuan baru.

Pada acara ini Ibas juga disambut oleh beberapa profesor di antaranya, Prof. Dr. Hasniza Zaman Huri : Wakil Rektor, Prof. Zamri Radzi : Deputy Vice-Chancellor, Prof. Yvonne Lim Ai Lian: Associate Deputy Vice-Chancellor, dan masih banyak lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.