Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Yana Indrawan: Pancasila Adalah Perekat Dan Pengikat Kerukunan Bangsa
Minggu, 18 Mei 2025 20:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di desa.
Menurutnya, jika desanya maju, niscaya Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, demikian sebaliknya.
Sayangnya, kata Sofyan saat ini di desa masih terdapat banyak pengangguran.
Karena itu tak mengherankan jika hanya sebagian kecil desa yang masyarakatnya sejahtera.
"Karena itu saya mendorong agar para mahasiswa kembalilah ke desa, jika satu saat nanti kuliah kalian sudah selesai. Jadilah kepala desa," kata Syofan.
Baca juga : Trans Semarang Masih Perlu Pembenahan
Pernyataan itu disampaikan Sofyan saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan. Acara tersebut berlangsung di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) Jl. Raya Dramaga Kampus IPB, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/5/2025).
Tema yang dibahas adalah MPR RI Ekologi Kebangsaan Dalam Harmoni Manusia dan Lingkungan.
Untuk mempercepat laju kesejahteraan desa, kata Sofyan, desa harus menjadi fokus pembangunan.
Selain itu pembangunan yang dilaksanakan di desa harus berbasis dari data desa presisi.
Pendapat serupa disampaikan Yana Indrawan, Staf Ahli MPR RI dan juga pembicara kedua pada sarasehan kehumasan tersebut.
Baca juga : Tana Group Luncurkan Proyek AURUM Jadi Pusat Bisnis Dan Hiburan Di Batam
Menurut Yana, jumlah masyarakat miskin walaupun mengalami penurunan, namun penurunannya semakin landas. Kemiskinan seperti kerak yang susah diatasi. Padahal, kemiskinan bukan hanya buruk bagi masyarakat miskin sendiri, tetapi juga tidak baik bagi orang kaya.
Karena masalah kemiskinan masyarakat, bisa berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, terlebih apabila kesenjangan sosial semakin lebar.
Untuk itu, menurut Yana, agar Pancasila dapat abadi sebagai dasar dan ideologi Negara, maka Pancasila harus menjadi “nyata”.
Rakyat Indonesia harus merasakan bahwa dalam “Rumah Pancasila” segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia merasa dilindungi dan maju dalam kesejahteraan.
"Kita memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Dari laut saja, mengutip pendapat Rokhmin Dahuri Pakar Kelautan misalnya, laut kita memiliki potensi sangat besar, mencapai lebih dari lima kali APBN setiap tahunnya. Belum lagi kekayaan alam lainnya," ungkap Yana.
Baca juga : Kapolri Dan Mentan Dukung Program Ketahanan Pangan
Meski banyak persoalan yang terus menghantui bangsa Indonesia, Yana Indrawan percaya lambat laun masalah itu akan teratasi. Syaratnya, seluruh bangsa Indonesia menerapkan sila-sila dalam Pancasila.
Menurut Yana, dengan mengamalkan sila pertama saja, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, seluruh persoalan bisa kita atasi. Tuhan jangan hanya dihadirkan di ruang privat, Tuhan juga harus hadir di ruang publik. Ketika penyelenggara negara akan membuat kebijakan, Tuhan hadir di situ.
"Ketika akan menandatangani keputusan, Tuhan pun hadir. Ketika akan melakukan apa pun, Tuhan selalu hadir," pungkas Yana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya