Dark/Light Mode

Rudianto Lallo: Program Tanam Jagung Kapolri Dongkrak Produksi Nasional

Selasa, 10 Juni 2025 08:17 WIB
Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo. Foto: Istimewa
Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo menilai kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginisiasi program penanaman jagung nasional menunjukkan bahwa institusi Polri telah berhasil menerjemahkan secara presisi arahan dan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya mencapai swasembada pangan nasional.

Hasilnya pun sangat nyata dimana panen raya serentak kuartal II yang diinisiasi Polri ini menghasilkan 2,54 juta ton jagung.

"Inisiatif ini mencerminkan peran aktif Polri dalam mendukung program strategis Pemerintah, serta memperkuat karakteristik Polri sebagai institusi yang berpihak kepada rakyat," kata Rudianto Lallo dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Senin (9/6/2025).

Bagi Rudianto Lallo, langkah konkret yang diambil Kapolri dengan menginisiasi program penanaman jagung berskala nasional, yang hasil panennya telah dipanen secara simbolis oleh Presiden Prabowo, menunjukkan bahwa Polri terus menunjukkan transformasi nyata sebagai Polisi Kerakyatan, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Ayat (4) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam pasal tersebut, ditegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memberikan bantuan proaktif kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Baca juga : Polri Berkontribusi Nyata Jaga Ketahanan Pangan

"Program penanaman jagung yang diinisiasi oleh Kapolri terbukti kompatibel dengan visi Polisi Rakyat yang digaungkan oleh Presiden Prabowo. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menghasilkan panen sebesar 2,54 juta ton jagung, yang menjadi kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis," ujarnya.

Ketua Kelompok Fraksi Nasdem di Komisi III DPR ini bilang, Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah menjalankan strategis dalam ketahanan pangan dan pencapaian swasembada pangan.

Keberhasilan ini juga semakin menegaskan peran Polri sebagai pengawal dan pembantu utama dalam pelaksanaan program-program nasional, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat.

Hal ini sejalan dengan amanah Pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyebutkan bahwa Polri berfungsi sebagai alat negara yang menjaga keamanan dalam negeri, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, sekaligus menegakkan hukum.

"Melalui program ketahanan pangan ini, Polri menunjukkan transformasi wajah institusi Bhayangkara menjadi kekuatan yang bukan hanya responsif terhadap persoalan keamanan, tetapi juga adaptif dan proaktif dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat," lanjutnya.

Baca juga : Jelang Panen Raya Jagung, Kapolri Turun Langsung Cek Lokasi Ke Kalbar

Lebih lanjut, Rudianto mengatakan langkah nyata Polri dalam mendukung program swasembada jagung tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

Dengan menghadirkan program-program nyata di lapangan, Polri membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat. Polri juga turut hadir menjadi bagian dari solusi dan turut mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan, diharapkan kolaborasi antara Polri dan Pemerintah akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan, sebagai salah satu pilar utama stabilitas nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025). Panen raya jagung ini hasil dari program penanaman jagung nasional yang diinisiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo menyatakan merasa bahagia dapat melanjutkan produksi pangan dengan panen raya jagung yang diinisiasi Polri. Dia pun memuji inisiatif Kapolri dalam usahanya mencapai kedaulatan pangan. Prabowo menyebut kedaulatan pangan menjadi kunci keamanan nasional.

Baca juga : Sinergi BRI Dan UMKM Lokal Batik Parang Kaliurang Jadi Produk Unggulan

"Apa yang dilakukan Kapolri dengan jajaran Polri selama ini, mengambil inisiatif, meraih suatu peran. Mengatakan polisi ingin ikut serta, dalam usaha kedaulatan pangan, dalam usaha swasembada pangan," kata Presiden Prabowo.

Diketahui, capaian panen raya kuartal II sebanyak 2,54 juta ton ini jauh melebihi hasil panen raya pada kuartal I. Panen raya kuartal I mencapai 118.975 ton pada lahan seluas 16.656 hektare.Pada kuartal II, dari 218,35 hektare lahan yang digarap, hasil panennya mencapai 9,3 ton per hektare. Naik tajam dari 2 ton per hektare sebelum dikelola secara modern.

Peningkatan produktivitas ini juga tak lepas dari penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara, hasil riset Polda Kalbar. Para petani kini menikmati peningkatan pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan, dari sebelumnya hanya sekitar Rp 500 ribu.

Polri dan Pemerintah memutuskan untuk mengeskpor 1.200 ton jagung ke Sarawak, Malaysia. Pelepasan ekspor jagung ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.