Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hentikan Kekejaman Israel
Komisi I DPR Dukung Aksi Nyata Solusi Dua Negara
Jumat, 13 Juni 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendukung aksi two-state solution dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel yang telah menghilangkan nyawa ribuan warga di Gaza.
Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah menuturkan, mata dunia saat ini sudah sangat terbuka menyambut inisiatif Two State Solution atas penyelesaian konflik di Gaza. Solusi ini sudah bergulir di kalangan negara-negara Muslim dan Timur Tengah saja. Bahkan, negara powerful seperti Amerika Serikat mulai mempertimbangkan solusi tersebut setelah melihat kejahatan militer Israel terhadap warga Gaza.
“Jadi apa pun langkah yang diambil oleh negara mana pun dalam isu Gaza, membawa kita satu langkah lebih dekat terhadap perdamaian dan kita harus support,” kata Rizki di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Baca juga : Boy Thohir Terinspirasi Kedermawanan Bill Gates
Rizki menuturkan, konflik Israel-Hamas yang telah bergulir sejak Oktober 2023 telah menyebabkan sekitar 55 ribu orang lebih kehilangan nyawa. Di saat bersamaan, sekitar 2 juta orang lebih warga Palestina kehilangan rumahnya di Gaza bahkan terpaksa mengungsi akibat peperangan ini.
“Artinya ini kejahatan kemanusiaan. Ini pembunuhan massal dan seluruh mata dunia sudah terbuka. Termasuk dunia barat yang mungkin di fase-fase awal masih mempertahankan Israel, saat ini sudah terbuka matanya dan mengutuk Israel,” ujarnya.
Politisi Fraksi Demokrat ini mengatakan, saat ini muncul koalisi dua kekuatan besar dunia yang mendorong two state solution ini. Koalisi tersebut yakni Prancis yang merupakan representasi negara barat, dan Arab Saudi sebagai wakil dari negara Timur Tengah dan negara Islam.
Baca juga : Teluk Bintuni Jadi Tulang Punggung Energi Nasional
“Jadi ini simbol yang baik untuk menyerukan semangat two state solution tadi,” bilangnya.
Rizki menyadari kesepakatan two state solution untuk mengakhiri konflik di Gaza bukan hal yang mudah, namun bukan juga hal yang tidak mungkin.
Apalagi jelang pelaksanaan Konferensi Perdamaian Internasional pada 17-20 Juni ini, Amerika Serikat sekarang tengah mencoba menggulirkan wacana tersebut. Ini tentu menjadi kabar baik karena negara-negara yang membela Israel mulai mau mengendurkan sedikit ambisinya dengan menjadi pendukung two state solution tersebut.
Baca juga : DKI Jakarta Tancap Gas Siapkan Sekolah Gratis
Konferensi Perdamaian Internasional ini akan melahirkan rekomendasi terhadap pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya