Dark/Light Mode

Lindungi Konsumen, Gobel Pertanyakan Tanggung Jawab Produk Impor Bermasalah

Jumat, 11 Juli 2025 15:54 WIB
Anggota Komisi VI DPR, Rachmat Gobel. Foto: Rizki Syahputra/RM
Anggota Komisi VI DPR, Rachmat Gobel. Foto: Rizki Syahputra/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa perlindungan konsumen justru akan memperkuat industri dalam negeri dan menguntungkan negara. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja RUU Perlindungan Konsumen dengan asosiasi industri, Kamis (10/7/2025).  

"Dengan melindungi konsumen justru akan memperkuat industri dalam negeri dan akhirnya akan menguntungkan negara," kata Gobel.  

Ia menegaskan industri tak perlu khawatir dengan RUU ini, karena perlindungan konsumen justru akan memperkuat pasar domestik. "Market kita yang besar ini harus kita jaga dengan melindungi konsumennya. Pasar yang besar adalah kekuatan kita," ujarnya.  

Baca juga : Ditemani Koster, Gibran Blusukan Di Pasar Bali

Sehingga, terangnya, market yang besar ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri dalam negeri yang baik. “Market yang besar ini harus kita tempatkan sebagai subjek, bukan sebagai objek. Pasar yang besar adalah kekuatan kita,” lanjut dia.

Gobel juga menyoroti tiga aspek perlindungan konsumen: keselamatan, keamanan, dan kesehatan. Namun, ia menilai kontrol terhadap produk impor masih lemah. Sebagai contoh, ia mengingatkan kasus impor pakaian bekas yang pernah mematikan industri konveksi lokal.  

"Di masa lalu, saat ekonomi memburuk industri otomotif jatuh sehingga masuk motor china. Modelnya bagus, desainnya bagus, dan murah. Tapi akhirnya tidak sampai setahun motor itu habis. Akhirnya konsumen dirugikan,"* paparnya.  

Baca juga : Acil Imas Konsisten Kembangkan Sasirangan sebagai Produk Unggulan Khas Banjarmasin

Persoalan serupa kini muncul di sektor kendaraan listrik. Gobel menyebut kasus mobil listrik terbakar dan motor listrik yang cepat rusak. 

“Ada yang terbakar. Ini kita tidak pernah dengar siapa tanggung jawab. Apa follow up dari kebakaran itu?" tanyanya.  

Ia juga mengkritik insentif pemerintah untuk kendaraan listrik impor, sementara produknya justru bermasalah. "Jangan justru yang lebih buruk dari produk kita sendiri," tegas Gobel.  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.