Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tarif Impor AS, Labib Dorong Pemerintah Nego Ulang Hingga 15 Persen
Rabu, 16 Juli 2025 20:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan tarif impor untuk produk Indonesia berkurang menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen.
Anggota Komisi VI DPR Ahmad Labib menilai, penurunan tarif yang dilakukan Pemerintah Amerika belum berimbang. Sebab, Indonesia menetapkan tarif impor sebesar 0 persen bagi semua produk Amerika.
"Ini belum setara, tapi sudah ada kemajuan dibanding sebelumnya sebesar 32 persen. Semoga ke depan pemerintah melakukan negosiasi ulang supaya ada keseimbangan dan keadilan," harap Labib di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Baca juga : Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Pangkas Bunga Acuan Menjadi 5,25 Persen
Proses negosiasi ulang saran Labib, sebaliknya dilakukan setelah pemerintah Indonesia menjalankan komitmennya dengan baik dalam menerapkan tarif impor sebesar 19 persen.
"Angka nego ulang untuk tarif impor dari Amerika yang wajar dan moderat adalah sebesar 15 persen," usul politikus Partai Golkar ini.
Labib menekankan produk ekspor Amerika yang memang berhadap- hadapan langsung dengan ekspor Indonesia harus dikenakan tarif yang sama agar adil dan setara. Hal itu dilakukan untuk melindungi industri di dalam negeri.
Baca juga : Soal 32 Persen Tarif Trump, Fahira Idris Dorong 5 Kebijakan Progresif
"Tapi untuk produk Amerika yang high tech seperti handphone, software, hingga pesawat terbang bila dikenakan tarif impor sebesar 0 persen tidak masalah," kata wakil rakyat asal Lamongan ini.
Labib mengapresiasi negosiasi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sehingga tarif impor turun menjadi 19 persen. Namun, dia mendorong agar tarif impor produk Amerika dan Indonesia setara dan sejajar.
"Kalau 19 persen maka harus sama tarifnya. Ini yang disebut keadilan," ucapnya.
Baca juga : Bamsoet Dorong DPR dan Pemerintah Revisi UU Kesejahteraan Lansia
Yang terpenting, kata Labib, produk Amerika dan produk Indonesia harus sama-sama bermanfaat bagi kedua masyarakat di kedua negara bersahabat ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya