Dark/Light Mode

Pabrik Rokok Mulai Kurangi Karyawan

Waspadai Gelombang PHK Massal Industri Tembakau

Senin, 8 September 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto.
Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto.

 Sebelumnya 
"Keresahan petani sama, karena daya serap tembakau dari tahun ke tahun semakin turun. Padahal tembakau memiliki sejarah panjang di Indonesia," kata dia.

Menurut Sofwan, dari sisi ekonomi pasarnya jelas. Karena orang Indonesia merupakan perokok dengan jumlah paling tinggi di dunia berdasarkan data survei lembaga internasional.

"Industri hasil tembakau melibatkan sekitar 5–6 juta orang, mulai dari petani, pekerja pabrik, distributor, hingga pedagang warung," sebut dia.

Baca juga : Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Selain itu, Sofwan menyinggung ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) tentang pengendalian tembakau. Aturan ini malah membuat industri tembakau nasional semakin menurun. Padahal kontribusi industri hasil tembakau terhadap pajak dan cukai ke negara sangat besar.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta Pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah PHK massal di PT Gudang Garam. Penanganan ini tidak sekadar janji manis seperti yang terjadi dalam kasus PHK massal di Sritex, mengingat pekerja sampai saat ini masih belum mendapatkan hak Tunjangan Hari Raya (THR).

"Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK, sambil tetap dijaga kampanye kesehatan," kata Iqbal dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

Baca juga : Satu Data Disabilitas Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Iqbal mengingatkan, gelombang PHK di sektor industri rokok berpotensi meluas. Selain ribuan pekerja langsung di PT Gudang Garam, ada puluhan ribu pekerja lain yang ikut terdampak. Seperti buruh tembakau, logistik, sopir, pedagang kecil hingga pemilik kontrakan.

"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan," wanti-wanti dia.

Menurut Iqbal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi PHK massal. Antara lain, pasokan tembakau yang terbatas, kurangnya inovasi produk rokok untuk menyesuaikan tren pasar, serta tingginya beban cukai yang dinilai memperparah daya saing perusahaan. TIF

Baca juga : Bekas Posisi Bambang Pacul Diincar Andika Dan Anak Puan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 8 September 2025 dengan judul "Pabrik Rokok Mulai Kurangi Karyawan Waspadai Gelombang PHK Massal Industri Tembakau"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.