Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Misbakhun dalam Podcast Ngegas RM
Biarkan Pak Purbaya Tampil Apa Adanya
Sabtu, 20 September 2025 08:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memberi pesan khusus kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dia menyarankan, pengganti Sri Mulyani ini untuk tampil apa adanya, tidak terkungkung gaya kaku birokrasi.
Menurut Misbakhun, karakter ceplas-ceplos yang melekat pada Purbaya justru menjadi nilai lebih. Gaya blak-blakan itu, bisa memberi warna baru dalam pengelolaan keuangan negara. Jadi, tidak perlu meniru gaya Sri Mulyani, yang selalu tampil serius.
“Biarkan pemimpin itu menjadi diri mereka sendiri-sendiri. Supaya pikiran hebat di dalam hatinya keluar by nature,” ujar Misbakhun, dalam Podcast Ngegas bersama Rakyat Merdeka, di Gedung Graha Pena, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Selama ini, Purbaya memang dikenal ceplas-ceplos. Bahkan, Sri Mulyani menyebutnya, gaya koboi.
Dia pun yakin, Purbaya mampu membawa ekonomi bangkit. Saat pergantian terjadi, memang pasar sempat kaget. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat goyah. Namun, setelah itu pulih kembali dan menembus rekor di atas 8.000. Hal ini menunjukkan, dengan kehadiran Purbaya, kondisi perekonomian terbukti tetap terjaga.
Baca juga : Ratusan Siswa Kembali Keracunan MBG, Istana Minta Maaf
Misbakhun melanjutkan, pasar juga menyambut positif kebijakan Purbaya mengalihkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank Himbara. Langkah itu langsung mengerek harga saham perbankan pelat merah dan menaikan IHSG.
“Pasar itu sejatinya tidak punya romantisme. Yang berlaku di pasar itu adalah siapa yang bisa memberikan tawaran lebih baik,” ungkap Misbakhun.
Selain itu, dalam Rapat Kerja dengan DPR, Kamis lalu (18/9/2025), Purbaya meluncurkan dua kebijakan sekaligus. Yaitu menambah bantuan sosial minyak goreng untuk keluarga miskin dan menaikkan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026. Kedua langkah ini kembali diapresiasi pasar.
Misbakhun menilai, sejauh ini, arah kebijakan Purbaya sejalan dengan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan ekspansi fiskal demi kedaulatan pangan, energi, dan industri strategis.
Meski begitu, dia mengingatkan Purbaya mengenai adanya pekerjaan rumah besar, yakni memperbaiki tax ratio. Selama ini, penerimaan pajak Indonesia stagnan di kisaran 10-11 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Misbakhun pun mendorong Purbaya melakukan reformasi pajak menjadi lebih progresif.
Baca juga : Golkar Sulsel Minta DPP Segera Jadwalkan Musda
Tantangan lain adalah menerjemahkan visi Presiden Prabowo ke dalam desain APBN, terutama terkait kemandirian, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat kecil. Misbakhun menyinggung pesan Presiden agar tidak ada lagi orang berusia 70 tahun yang masih terpaksa narik becak.
“Presiden bilang, wong cilik podo gemuyuh. Artinya apa? Rakyat kecil itu harus bisa tersenyum. Itu tujuan pemimpin kita. Pak Purbaya bisa nggak mewujudkan itu? Karena Pak Purbaya ini adalah menteri,” ucap Misbakhun.
Misbakhun lalu kembali mengulas gaya komunikasi Purbaya yang lugas dan blak-blakan. Misbakhun meminta mulai terbiasa dengan gaya baru tersebut.
Dia melanjutkan, pernyataan Purbaya yang mengkritik perilaku direksi bank, semestinya dibaca sebagai dorongan agar bank pelat merah lebih berani menyalurkan kredit ke sektor riil, bukan hanya bermain aman di surat utang. Namun, dia mengingatkan kritik jangan berhenti pada retorika.
Misbakhun mengaku mendengar kabar bahwa gaya ceplas-ceplos Purbaya akan dieliminir oleh internal Kementerian Keuangan. Ada staf yang melarang Purbaya berbicara hal-hal tertentu.
Baca juga : Muktamar X PPP, Mardiono Sudah Kantongi 33 Dukungan Dari DPW
Misbakhun tak setuju dengan ini. Dia berharap, gaya Purbaya tak perlu dibatasi. Sebab, pemimpin dunia juga banyak yang ceplas-ceplos. Dia mencontohkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang biasa berbicara dengan gaya seenaknya. Gaya seperti itu tidak memengaruhi pasar.
Menurut Misbakhun, pasar punya mekanisme pemilahan terhadap pernyataan yang disampaikan pejabat. “Mana narasi yang bisa dipakai untuk memengaruhi pasar, dan mana pembicaraan Pak Purbaya yang just joking. Masa orang bercanda nggak boleh,” imbuhnya.
Menutup perbincangan, Misbakhun memberi penghormatan pada Sri Mulyani yang sukses menjaga stabilitas fiskal di masa pandemi Covid-19. Namun, dia menegaskan, sekarang waktunya publik memberi kesempatan bagi Purbaya untuk tampil dengan gaya dan gagasannya sendiri.
“Pak Purbaya ini kan harus dijadikan dirinya sendiri. Orang ini berbakat kok,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya