Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sidang MKD
Ahli: Penggalan Video Joget Sengaja Dibuat untuk Ciptakan Perasaan Ketidakadilan
Senin, 3 November 2025 16:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ahli kriminologi Adrianus Meliala menilai penggalan video-video anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025, sengaja diedarkan di media sosial untuk menciptakan emosi masyarakat. Narasi yang dibuat adalah soal ketidakadilan.
"Video-video yang beredar memang sengaja dibuat untuk menciptakan dan memperkuat perasaan ketidakadilan ini," kata Adrianus saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas lima Anggota DPR RI nonaktif di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Menurut dia, ada beragam respons dari masyarakat usai melihat penggalan-penggalan dengan narasi negatif itu beredar di media sosial. Antara lain, ada yang hanya berhenti pada perasaan, dan ada yang melampiaskannya dengan cara lain.
"Tetapi ada juga yang melanjutkannya ke dalam tindakan kerusuhan atau penjarahan," ucapnya.
Baca juga : Haidar Alwi: Jalan Prabowo Harus Dijaga Dengan Nurani dan Kemandirian
Adrianus tak menampik jika penggalan-pengalan video yang terkesan provokatif itu berhasil menciptakan rasa ketidakadilan yang kuat terhadap masyarakat.
Hal itu juga yang pada akhirnya menjadi dasar masyarakat melakukan demonstrasi besar-besaran di sejumlah titik di Tanah Air, khususnya Jakarta.
"Namun kondisi ini membutuhkan pemicu atau triggering. Ajakan-ajakan seperti 'kumpul di sini', 'bakar Monas', atau 'serang Mabes Polri' itulah yang saya sebut sebagai trigger atau faktor pencetus," kata Adrianus.
Dalam sidang itu juga, Adrianus menilai bila kediaman sejumlah anggota DPR RI sudah ditargetkan menjadi titik penjarahan pada Agustus 2025. Dia tak melihat adanya aksi spontan dalam penjarahan tersebut.
Baca juga : Membangun Ketangguhan Sumber Daya Manusia untuk Pengendalian Karhutla
"Untuk perbuatan seperti penjarahan dan kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus itu, ia masuk dalam kategori targeted dan selected looting. Dalam hal ini, perbuatan tersebut tidak pernah menjadi suatu hal yang bersifat spontan," kata Adrianus.
MKD DPR RI mulai menggelar sidang atas kasus lima anggota DPR RI yang dinonaktifkan masing-masing partainya. Sidang beragendakan permintaan keterangan saksi-saksi.
Sejumlah saksi yang diundang untuk menjalani pemeriksaan MKD itu, antara lain Deputi Persidangan Setjen DPR RI Suprihartini, Suwarko, ahli kriminologi Prof. Dr. Adrianus Eliasta, ahli hukum Dr. Satya Arinanto, ahli sosiologi Trubus Rahardiansyah, ahli analisis perilaku Gusti Aju Dewi, dan Wakil Koordinator Wartawan Parlemen Erwin Siregar.
Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam mengatakan pemeriksaan pendahuluan itu digelar untuk mencari titik terang terkait rangkaian peristiwa yang mendapat perhatian publik pada 15 Agustus sampai 3 September 2025, yang berujung penonaktifan lima anggota DPR itu.
"Ada lima anggota DPR RI yang telah dinyatakan nonaktif oleh partai masing-masing, yaitu Adies Kadir, Nafa Urbach, Surya Utama, Eko Hendro Purnomo, dan Ahmad Sahroni," kata Dek Gam saat membuka sidang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya