Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ahmad Safei merasa khawatir akan pemenuhan kebutuhan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pasalnya, dari target 27 dapur MBG yang akan dibangun di Kabupaten Kolaka, sekarang masih terealisasi sebanyak 3 dapur MBG untuk melayani anak-anak sekolah.
"Kita berharap mudah-mudahan ini semua bisa berjalan dengan baik," harap Safei optimistis.
Baca juga : Komisi VIII Minta Kasus Bullying Siswa Di Tangsel Diusut Profesional
Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang dilakukan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), disepakati bahwa bukan hanya mengejar target semata, tetapi juga mengatur cara agar ada perbaikan di lapangan.
Pasalnya, banyak dapur MBG yang dibangun tidak sesuai dengan persyaratan teknis, sebagaimana dipersyaratakan oleh BGN.
"Banyak dapur MBG yang dibangun hanya direhab-rehab saja, mungkin hanya menelan biaya ratusan juta rupiah, sementara lainnya yang membangun dapur MBG sesuai juknis BGN sampai mengeluarkan anggaran milyaran rupiah, tetapi porsi keuntungan yang diberikan sama-sama, Rp 2 ribu. Nah ini kan bisa menjadi penyebab kecemburuan sosial di lapangan, olehnya itu ini yang perlu dibenahi," ujar Safei.
Baca juga : Mendagri Tito Minta Pemda Perbanyak Rusun Di Kawasan Padat
Sementara itu, terkait masalah pemenuhan kebutuhan dapur MBG, seperti untuk kebutuhan daging, telur, ikan dan sayur-sayuran, mantan Bupati dua periode ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus memberi bantuan kepada semua masyarakat dan petani.
"Jadi tugasnya Pemda mulai sekarang memberi support kepada masyarakat petani berupaya agar kebutuhan MBG nantinya bisa terpenuhi. Dengan munculnya Koperasi Merah Putih (KMP), Danantara yang diberikan anggaran sampai Rp 20 triliun, termasuk dana Kur itu semuanya ditambah, bahkan pihak Kemenkeu RI memberikan anggaran kepada perbankan sebesar Rp 200 triliun dalam mendorong semua kelompok tani diberikan modal berusaha, tujuannya ke depan agar pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur MBG bisa terpenuhi," jelasnya.
Lebih lanjut, Kolaka tidak berharap subsidi bahan baku dari daerah lain karena setiap daerah perlu memikirkan bagaimana kebutuhan dapur MBG-nya bisa terpenuhi.
Baca juga : Sebelum Berlaku, MTI Bali Minta Raperda ASK Disiapkan Matang
"Kita bisa bayangkan kalau misalnya 27 dapur ini sudah bisa berfungsi semua, setiap dapur harus membelanjakan uang setiap hari untuk kebutuhan dapur MBG sebanyak Rp 30 juta, nah kalau 27 dapur berarti harus membelanjakan uang setiap hari sebanyak Rp 810 juta," ungkapnya.
"Nah apakah bahan baku ini siap semua, jangan sampai tidak bisa terpenuhi, dan itulah yang sangat mengkhawatirkan bagi saya," pungkas Safei.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya