Dark/Light Mode

Dukung Penataan Kuota Produksi Tambang

Cek Endra: Jaga Keseimbangan Kepentingan Ekonomi dan Lingkungan

Selasa, 6 Januari 2026 12:19 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mendukung langkah pemerintah yang berencana menata ulang dan memangkas kuota produksi sektor pertambangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga komoditas energi, sekaligus memperkuat tata kelola sumber daya alam nasional.

Menurut Cek Endra, kebijakan pengendalian kuota produksi merupakan instrumen penting agar eksploitasi sumber daya alam tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.

Ia menilai, selama ini produksi yang terlalu agresif justru berisiko menekan harga, merugikan negara, serta memperbesar dampak lingkungan di daerah penghasil.

Baca juga : Askrindo Edukasi Ribuan Pelajar Jaga Ketahanan Pangan & Keberlanjutan Lingkungan

“Penataan kuota produksi ini harus dilihat sebagai langkah korektif. Negara tidak boleh hanya mengejar volume, tetapi juga nilai tambah, stabilitas harga, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Cek Endra, Selasa (6/1/2025).

Ia mencontohkan, Jambi sebagai salah satu daerah penghasil energi yang merasakan langsung dampak dari aktivitas

sektor energi dan pertambangan. Menurutnya, kebijakan produksi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan dan sosial di daerah, sehingga pengaturan kuota menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan wilayah.

Baca juga : Proyek Kendalikan Banjir Dan Rob Lebih Terencana

“Daerah seperti Jambi membutuhkan kepastian bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak. Produksi harus sejalan dengan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat,” katanya.

Cek Endra menegaskan, Komisi XII DPR mendorong agar kebijakan penyesuaian kuota tersebut diiringi dengan pengawasan yang ketat serta transparansi dalam penetapan kuota, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun daerah penghasil.

Kepastian regulasi, lanjutnya, tetap menjadi kunci utama menjaga iklim investasi sektor energi dan pertambangan. Lebih lanjut, ia menilai pengendalian kuota produksi juga sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

Baca juga : Pernyataan Politik Rapimnas Golkar Tegaskan Arah Ketahanan Energi dan Hilirisasi

Dengan produksi yang lebih terukur, pemerintah memiliki ruang untuk mendorong hilirisasi, efisiensi, dan praktik usaha yang lebih bertanggung jawab secara ekologis.

“Tujuan akhirnya jelas, sektor energi dan pertambangan harus memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dan masa depan daerah penghasil,” pungkas legislator asal daerah pemilihan Jambi itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.