Dark/Light Mode

DPR Apresiasi Swasembada Beras, Jagung Dan Gula Diminta Menyusul

Rabu, 7 Januari 2026 21:26 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman. (Dok. Ist)
Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mengapresiasi capaian pemerintah yang berhasil mewujudkan swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi pijakan untuk mendorong swasembada komoditas pangan strategis lainnya. 

"Jagung, gula dan komoditas pangan lainnya,” kata Alex kepada Rakyat Merdeka, Rabu (7/1/2025). 

Baca juga : Prabowo Bangga Swasembada Pangan Tercapai Dalam Setahun

Menurut Alex, keberhasilan swasembada beras menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kendati begitu, ia mengingatkan agar pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif terkait pengelolaan cadangan beras yang melimpah.

“Terkait cadangan beras kita yang melimpah, perlu dipikirkan secara serius tempat penyimpanannya agar tidak cepat rusak,” pinta Alex.

Baca juga : DPR Apresiasi Swasembada Beras, Minta Langkah Berkelanjutan

Selain itu, Alex menyoroti tantangan ekspor beras nasional yang hingga kini belum memungkinkan untuk dilakukan secara kompetitif. Sebab, harga produksi beras dalam negeri yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara produsen utama lainnya. "Kita juga harus realistis," sebut Alex. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Pendeklarasian ketahanan pangan dilakukan bersamaan dengan prosesi simbolis menumbuk gabah. 

Baca juga : Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Beras

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan tahun 2025,” kata Prabowo di hadapan petani.

Swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Negara tidak bisa disebut merdeka jika masih bergantung pada impor pangan. "Tidak mungkin suatu bangsa benar-benar merdeka kalau urusan pangannya masih tergantung pada bangsa lain,” sambung Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.