Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dari Baju Sampai Beras
Bantuan Ke Aceh, Sumut Dan Sumbar Terus Digelontorkan
Rabu, 24 Desember 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hampir sebulan pascabencana, bantuan logistik terus digelontorkan. Mulai dari beras, susu, baju, masuk ke daerah-daerah pelosok di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, wilayah yang cukup parah dilanda bencana, bantuan juga terus dikirim. Lebih dari setengah ton bantuan logistik, diterbangkan menggunakan dua helikopter dari Bandara Kualanamu, Sumut.
Terbaru, bantuan diterbangkan memakai helikopter AW169/P-3303 yang mengangkut beras 200 kg, perangkat Starlink, susu bubuk 18 kg, minyak goreng 22 kg, ikan kaleng 11 kg, serta mi instan 32 kg, dengan total berat kargo mencapai 333 kg.
Bantuan berikutnya diangkut menggunakan helikopter AW169/P-3307 milik Polri. Bantuan tersebut terdiri atas beras dua karung seberat 80 kg, mi instan 12 dus, dan susu bubuk empat dus seberat 40 kg. Selain logistik, turut dibawa bantuan Al-Qur’an sebanyak tiga dus, sehingga total kargo yang diangkut mencapai 306 kg.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, pengiriman bantuan ini bentuk kepedulian serta respons cepat Polda Aceh dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh Tamiang.
Baca juga : Tarif Dagang Dengan AS Deal, Kita Diuntungkan
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar mereka pascabencana,” kata Joko dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (23/12/2025).
Pemerintah terus memperkuat upaya penyaluran bantuan ke wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan mengerahkan seluruh moda transportasi yang tersedia. (Foto: Instagram/bakom.ri)
Sementara TNI AD terus mengirim logistik ke masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah yang hingga kini masih sulit diakses jalur darat. TNI AD mengerahkan helikopter Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), sejak Sabtu (20/12/2025).
Menggunakan Helikopter Bell 412EPI Nomor Registrasi HA-5230, TNI AD mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah titik sulit seperti Kecamatan Timang Gajah di Mesidah, dan Syiah Utama di Bener Meriah, serta Kecamatan Linge di Aceh Tengah.
Helikopter mengangkut 100 kilogram logistik dan lima orang dokter spesialis ke Desa Cekal, Kecamatan Timang Gajah, serta 1.000 kilogram logistik ke Desa Perumpakan Benjadi, Kecamatan Mesidah.
Di Desa Cekal, bantuan logistik langsung disambut meriah warga. Sementara di Desa Perumpakan Benjadi, helikopter berhasil mendarat dengan aman di lahan terbuka meski kondisi permukaan tak sepenuhnya rata.
TNI AD juga mengerahkan Helikopter Mi-17V5 Nomor Registrasi HA-5140 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar. Helikopter ini mendistribusikan 1.000 kilogram logistik ke Kecamatan Linge, Aceh Tengah, serta 1.100 kilogram logistik ke Kecamatan Mesidah, Bener Meriah.
Dari jalur laut, Kapal MV Egon milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang membawa personel serta bantuan logistik Polri juga tiba dan bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/12/2025).
Bantuan yang tiba meliputi satu unit truk fuso berisi paket sembako, beras, minyak goreng, gula, mi instan, air mineral, serta paket makanan siap saji, dan pakaian layak. Selain itu, juga terdapat 13 unit sepeda motor trail Honda CRF 150 L untuk mendukung mobilitas Brimobda Polda Aceh, serta dua unit swamp boat untuk menunjang operasional Satpolairud.
Usai dari Lhokseumawe, MV Egon dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Padang, Sumatera Barat. Kapal direncanakan sandar pada 24 Desember 2025 untuk menurunkan tambahan bantuan berupa satu unit truk sedang dan 12 unit sepeda motor.
Di Sumbar, bantuan juga masuk ke pelosok seperti Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Warga menyambut antusias kedatangan sejumlah anggota TNI yang membawa logistik.
Baca juga : Ajak Parpol Koalisi Sinergi, AHY: Presiden Prabowo Sudah Benar Urus Bencana
Rusaknya akses menuju desa ini menghambat upaya distribusi bantuan. Para personel TNI pun harus bolak-balik menggunakan sepeda motor trail. “Kendaraan untuk roda 4 hanya bisa sampai pada jembatan, selebihnya hanya bisa dilewati oleh roda dua,” ujar Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufik.
Masih di Sumbar, prajurit TNI AU dari Helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja juga menyalurkan bantuan logistik lewar udara ke Nagari Ranah Pasisie, Pasaman Barat. Pasalnya, akses melalui darat masih sulit dengan jarak tempuh yang jauh. Melalui Lanud Sutan Sjahrir Padang, TNI AU mendistribusikan 3.000 kilogram logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari.
Tak jauh berbeda, bantuan yang masuk ke Sumut juga terus berdatangan. Bahkan, Gedung Serbaguna Pemprov Sumut di Jalan Pancing, Medan difungsikan sebagai titik transit sementara bagi bantuan kemanusiaan sebelum didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota terdampak. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya