Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Kerusuhan Negeri Mullah
DPR Minta Keselamatan WNI Di Iran Diprioritaskan
Selasa, 13 Januari 2026 06:55 WIB
Sebelumnya
“Apabila eskalasi semakin meningkat, opsi evakuasi terukur juga harus dipersiapkan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan prosedur diplomatik yang berlaku,” saran politikus Golkar ini.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi mitigasi keamanan kepada seluruh WNI yang berada di Iran. Seperti imbauan untuk menghindari titik-titik keramaian, menjaga dokumen perjalanan tetap aman, serta selalu berkoordinasi dengan KBRI.
“Langkah ini bukan hanya bentuk tanggung jawab negara, tetapi juga wujud nyata kehadiran Pemerintah dalam melindungi setiap warga di manapun mereka berada,” kata legislator asal DKI Jakarta ini.
Baca juga : Pilkada Langsung Vs Pilkada Via DPRD, Bawaslu: Dua-duanya Sama-sama Demokratis
Komisi I DPR, lanjutnya, akan terus mengawasi dan mendorong agar Kemlu dan KBRI Teheran menjalankan tugasnya secara sigap, terukur, dan penuh tanggung jawab. Karena keselamatan WNI adalah prioritas utama.
“Negara harus senantiasa hadir dalam menghadapi dinamika keamanan internasional yang berpotensi mengancam mereka,” tandasnya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah memastikan, sebanyak 386 WNI di Iran berada dalam kondisi aman di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran di negara tersebut.
Baca juga : Percepat Pergantian Ketua DPRD Bengkulu, Golkar Rombak Pimpinan Fraksi
“Sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak. Kondisi masih baik,” ujar Heni dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Heni membeberkan berdasarkan data per Juni 2025, jumlah WNI di Iran sebanyak 386 orang. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 13 Januari 2026 dengan judul "Soal Kerusuhan Negeri Mullah DPR Minta Keselamatan WNI Di Iran Diprioritaskan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya