Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gerak cepat PT Pertamina (Persero) menangani bencana di wilayah Sumatera mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR. Di tengah kondisi infrastruktur yang rusak dan akses distribusi terhambat, BUMN energi itu dinilai sigap memastikan pasokan energi tetap mengalir.
Apresiasi tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan jajaran direksi Pertamina, Rabu (11/2/2026).
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menyampaikan terima kasih atas respons cepat Pertamina dalam membantu penanganan bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
“Saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina membantu pemerintah daerah dalam kondisi darurat. Mereka responsif dan langsung turun ke lapangan,” ujarnya.
Baca juga : Godrej Apresiasi Peran Perempuan Hijaukan Lingkungan
Andre mencontohkan respons cepat dari manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang segera mengirimkan BBM dan bantuan logistik ke wilayah terdampak, termasuk bagi warga yang mengungsi. Tak hanya itu, Pertamina International Shipping juga bergerak cepat mengamankan distribusi energi melalui jalur laut saat akses darat mengalami kendala berat.
Hal senada disampaikan Mufti Aimah Nurul Anam. Ia menilai penanganan distribusi energi di tengah situasi darurat bukan perkara mudah, terutama karena banyak infrastruktur yang rusak.
“Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai. Ini kerja yang tidak sederhana,” katanya.
Ke depan, Mufti berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran bersama, khususnya dalam penyempurnaan SOP penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana.
Baca juga : Kemenkop dan BP Taskin Percepat Pengentasan Kemiskinan Permanen Lewat Koperasi
Sementara itu, Darmadi Durianto menyoroti kepemimpinan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang dinilai responsif terhadap berbagai masukan.
“Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun di WA jawab. Apalagi kalau menyangkut kebutuhan masyarakat, langsung bergerak,” ujarnya.
Dalam paparannya, Pertamina menyampaikan sejumlah dukungan energi yang telah disalurkan di wilayah terdampak, antara lain 3.287 tabung Bright Gas, 405,2 kiloliter Dexlite dan Pertamax, 253 kiloliter Avtur, 15 unit PLTS, serta 36 unit genset.
Distribusi tersebut dilakukan tidak hanya melalui jalur darat yang berat dan sulit ditembus, tetapi juga lewat jalur udara dan laut untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Baca juga : Hashim: Presiden Prabowo Ingin Kapal Pertamina Dibangun di Dalam Negeri
RDP tersebut juga membahas rencana penyaluran LPG 3 kilogram melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pertamina memastikan skema tersebut tetap dalam pengawasan dan tidak akan mematikan peran agen resmi yang sudah berjalan.
Komisi VI berharap sinergi pemerintah, DPR, dan BUMN terus diperkuat, sehingga setiap bencana bisa ditangani lebih cepat tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya