Dark/Light Mode

Pemerintah Finalisasi Skema Pelunasan Utang Whoosh

Selasa, 10 Februari 2026 18:49 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: UMM/RM)
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: UMM/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah memfinalisasi skema pelunasan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembahasan penanganan utang proyek tersebut telah memasuki tahap akhir.

“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi,” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga : Liga Italia, AS Roma Tersandung di Kandang Udinese

Ia menyebutkan pemerintah belum dapat memastikan apakah pelunasan utang kereta cepat akan dilakukan pada tahun ini. Namun, Prasetyo memastikan sumber pendanaan pelunasan utang tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saat ini negosiasi atau pembicaraan teknisnya langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” ujarnya.

Baca juga : Sambut 2026, Pemerintah Kota Semarang Transformasi Lewat 5 Pilar

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan persoalan pembayaran utang proyek KCJB telah menemukan titik terang. Pemerintah, kata dia, tengah merumuskan tata laksana penyelesaian utang tersebut.

“Sudah, sudah beres. Waktu itu Presiden sudah bilang,” ujar Bobby.

Baca juga : Pemerintah Buru Pemodal dan Pendukung Penambang Ilegal

Menurut Bobby, fokus pemerintah saat ini adalah membahas mekanisme teknis pembayaran agar pelunasan utang dapat dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Penyelesaian utang proyek KCJB Whoosh menjadi perhatian publik mengingat total beban utang proyek strategis nasional tersebut mencapai sekitar Rp 116 triliun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.