Dark/Light Mode

Harga Avtur Melambung Tinggi

DPR Usul Subsidi Maskapai Tahan Harga Tiket Pesawat

Sabtu, 4 April 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim. Foto: Istimewa
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Pemerintah diharapkan bergerak cepat dan responsif agar dampak kenaikan harga avtur global tidak membebani masyarakat. Dalam kondisi ini, yang perlu dijaga bukan cuma keberlangsungan industri penerbangan dan sektor pendukungnya saja. “Aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau harus jadi faktor utama,” tegasnya.

Terkait hal ini, anggota Komisi V DPR Ahmad Safei menyadari, potensi kenaikan tarif merupakan dampak tidak langsung dari situasi global yang berada di luar kendali nasional. Tapi, masih ada optimisme bahwa Pemerintah akan berupaya menekan dampaknya, lewat berbagai kebijakan atau intervensi, agar tidak berdampak pada kenaikan harga tiket.

Baca juga : Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar, KPK Sita Uang Ratusan Juta

Dalam kondisi tertentu, kata Ahmad, kebijakan penyesuaian tarif penerbangan memang bisa saja tidak terhindarkan. Jika hal itu terjadi, masyarakat diminta memahami situasi tersebut dan tidak semata menyalahkan Pemerintah. Pasalnya, ada kondisi ekonomi global yang memang tidak bisa dikendalikan secara sepihak.

Dia meyakini, Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Termasuk menjaga stabilitas tarif transportasi. “Tiap kebijakan yang diambil tetap harus mempertimbangkan kondisi global saat ini serta menjaga keberlanjutan fiskal nasional dalam jangka waktu yang panjang,” terangnya.

Baca juga : Mentrans: WFH Itu Bukan Berarti Libur

Pelaku industri penerbangan sebelumnya mendesak Pemerintah segera menyesuaikan harga tiket pesawat imbas lonjakan harga avtur rata-rata 70 persen. Kenaikan itu merupakan dampak gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga energi secara masif di pasar global.

Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawiratmadja menyatakan, penyesuaian harga tiket lewat fuel surcharge jadi langkah mendesak. Itu demi menjaga operasional maskapai karena tekanan biaya terhadap perusahaan penerbangan nasional saat ini sudah tidak terhindarkan.

Baca juga : Tingkatkan Ekonomi Bangsa, Gerindra Dorong Digitalisasi Desa

Sebagai informasi, harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 13.656 per liter. Angka itu melonjak jadi Rp 23.551 per liter pada April atau naik sekitar 72 persen. Bahkan kenaikan itu mencapai hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan data tahun 2019. PYB

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 4 April 2026 dengan judul "Harga Avtur Melambung Tinggi DPR Usul Subsidi Maskapai Tahan Harga Tiket Pesawat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.