Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, secara terbuka mengakui bahwa performa unit daya mobil timnya masih belum mampu bersaing secara optimal pada musim Formula 1 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah tiga seri awal musim memperlihatkan dominasi Mercedes-AMG Petronas Formula One Team yang berhasil menyapu bersih kemenangan. Ferrari sendiri harus puas berada di posisi kedua klasemen konstruktor, meski masih berupaya menjaga jarak dengan para pesaing.
“Jika melihat tiga balapan pertama, jelas kami masih perlu banyak pengembangan, terutama di sektor unit daya,” ujar Leclerc seperti dikutip dari ESPN, kemarin.
Baca juga : Syifa Hadju, Sebar Dua Ribu Undangan Nikah
Menurut pembalap asal Monako itu, kelemahan pada sektor mesin menjadi salah satu faktor utama yang menghambat performa Ferrari di lintasan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tim belum dapat menghadirkan pembaruan dalam waktu dekat.
“Kami belum bisa membawa peningkatan apa pun untuk balapan berikutnya, jadi kami harus memaksimalkan paket yang ada saat ini,” lanjutnya.
Musim 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim dengan diberlakukannya regulasi teknis baru. Banyak komponen yang mengalami perubahan signifikan, sehingga setiap tim masih dalam tahap penyesuaian dan pengembangan.
Baca juga : Hemat Sani-sini, Pemerintah Kencangkan Ikat Pinggang
Leclerc menilai, meskipun unit daya menjadi sorotan utama, persoalan Ferrari tidak hanya terbatas pada satu aspek saja. Ia menekankan pentingnya pengembangan menyeluruh agar tim dapat kembali kompetitif.
“Di musim seperti ini, semuanya terasa baru. Semua tim melakukan pengembangan besar-besaran, jadi ini bukan hanya soal unit daya,” jelasnya.
Saat ini, Leclerc menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 49 poin. Ia masih tertinggal dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen sementara.
Baca juga : Dijamu Presiden Lee Di Blue House, Prabowo Bahas Ketahanan Energi
Sementara itu, ajang Formula 1 tengah memasuki jeda kompetisi setelah dua seri di Timur Tengah ditunda. Situasi ini memberi kesempatan bagi Ferrari untuk melakukan evaluasi lebih dalam.
Dengan waktu yang tersedia, Ferrari diharapkan mampu menemukan solusi, khususnya di sektor unit daya. Jika tidak segera berbenah, peluang untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes berpotensi semakin sulit di sisa musim. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya