Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi Dinamika Global, Ibas Tekankan Penguatan Strategi Fiskal Hingga Energi
Rabu, 8 April 2026 21:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan strategi fiskal, energi, dan perlindungan sosial dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan bertema “Indonesia di Tengah Gejolak Global: Strategi Fiskal, Energi, dan Perlindungan Rakyat” yang menghadirkan para pakar, akademisi, teknokrat, serta anggota DPR RI dari Komisi XI, Komisi XII, dan Badan Anggaran di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Ibas menekankan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam tiga lapisan dinamika besar, yaitu geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi, yang saling terkait dan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global, perdagangan energi dan pangan, serta kebijakan moneter dan fiskal nasional.
“Indonesia tidak berdiri sendiri. Kita terhubung dalam sistem global yang dinamis. Apa yang terjadi di dunia hari ini, langsung berdampak pada kehidupan rakyat kita, mulai dari harga energi, pangan, hingga daya beli masyarakat,” ujar Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI ini.
Ibas menjelaskan bahwa ketegangan global telah memicu disrupsi rantai pasok, kenaikan harga energi dan pangan, serta perubahan pola perdagangan dunia.
Kondisi tersebut juga berdampak pada tekanan nilai tukar, arus modal, serta meningkatnya beban subsidi energi dan kebutuhan perlindungan sosial.
Baca juga : Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Pengentasan Kemiskinan
Dari sisi fiskal, lulusan Program Doktor S3 IPB University dan S2 NTU Singapura tersebut menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan rakyat dan kesehatan APBN.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga menekankan bahwa pemerintah saat ini telah mengambil langkah strategis dengan tetap menjaga harga energi agar tidak membebani masyarakat, serta menghadirkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang pro rakyat.
Dalam forum tersebut, Fraksi Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan melalui tiga pendekatan utama:
Jangka Pendek (Stabilisasi): • Intervensi harga dan pasar • Penguatan cadangan pangan dan energi • Perluasan bantuan sosial • Stabilisasi nilai tukar
Jangka Menengah: • Reformasi subsidi tepat sasaran berbasis data • Diversifikasi sumber impor dan ekspor • Penguatan industri dalam negeri
Jangka Panjang: • Kemandirian energi melalui energi terbarukan • Kedaulatan pangan nasional • Transformasi ekonomi berbasis nilai tambah • Peningkatan daya saing global
Baca juga : Hadapi Tantangan Global, Prabowo Kumpulkan Pejabat Negara
Selain itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal, penguatan diplomasi ekonomi, serta peningkatan investasi di sektor energi dan pangan.
Ibas mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis 1998, krisis global 2008, hingga pandemi Covid-19.
Dari pengalaman tersebut, Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi tantangan global saat ini.
“Negara yang kuat bukan yang bebas dari krisis, tetapi yang mampu merespons krisis dengan cepat, tepat, dan berpihak pada rakyat," ujar Ibas.
Mengakhiri sambutannya, Anggota Dapil Jawa Timur VII ini mengajak seluruh peserta diskusi untuk memberikan pandangan strategis, masukan kritis, serta rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif.
Ia menegaskan bahwa kunci menghadapi tantangan global adalah keberanian dalam mengambil kebijakan, ketepatan strategi, dan kekuatan sinergi nasional.
Baca juga : Uji B50 Sukses, Indonesia Makin Dekat dengan Swasembada Energi
“Dari global shock menuju national resilience, dari tantangan menuju kesempatan,” tutup Ibas.
Diskusi juga diperkaya oleh pandangan para akademisi dan pakar. Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI, mempertanyakan efektivitas sistem global dalam menjamin kepatuhan antarnegara,
Sementara Prof. Yon Machmudi, Ph.D., Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI, menyoroti keterkaitan konflik Iran dengan dinamika di Gaza sebagai pola baru konflik global.
Dari sisi geopolitik dan ketahanan nasional, Aisha Rasyidila Kusumasomantri, M.Sc., Direktur Kerja Sama Luar Negeri di Indo-Pacific Strategic Intelligence, mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai skenario disrupsi global, khususnya dalam sektor energi dan pangan.
Sementara itu, Dionisius Narjoko, Ph.D., Senior Economist di ERIA, menekankan pentingnya penguatan industri manufaktur dan perlindungan sosial.
Menurutnya, perlu disiapkan adalah jaringan pengaman sosial, serta strategi jangka panjang melalui diversifikasi industri dan kerja sama kawasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya