Dark/Light Mode

Lestari Moerdijat: Data Terkini Penting Hadirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik

Kamis, 9 April 2026 20:02 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Instagram @lestarimoerdijat)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Instagram @lestarimoerdijat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemanfaatan data terkini terkait anak tidak sekolah merupakan langkah penting dalam mengatasi sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan.

"Ketersediaan data terkini merupakan langkah awal untuk mengatasi anak-anak yang terkendala mengakses layanan pendidikan. Data tersebut harus segera diikuti dengan aksi nyata untuk mengatasi masalah yang ada," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).

Pusat Data Teknologi dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) berinovasi dengan menghadirkan dasbor Anak Tidak Sekolah.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Kasus Campak Harus Jadi Alarm Kesadaran Pola Hidup Sehat

Dasbor itu mampu memetakan data akurat dan real time jumlah anak yang terkendala mengakses layanan pendidikan, mencakup kategori anak tidak sekolah (ATS), belum pernah bersekolah (BPB), drop out (DO), dan lulus tidak melanjutkan (LTM).

Berdasarkan data per 1 April 2026, jumlah anak tidak sekolah di Indonesia mencapai 3.966.858 anak. Rinciannya, 1.913.633 anak belum pernah bersekolah, 986.755 anak putus sekolah, dan 1.066.470 anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sekitar 76 persen anak tidak bersekolah disebabkan oleh faktor ekonomi.

Baca juga : Teken MoU, Kemenkop dan BPJS Kesehatan Akselerasikan Layanan Kesehatan di Desa

Lestari mendorong agar pemanfaatan dasbor ATS diiringi dengan intervensi tepat sasaran, seperti bantuan pendidikan dan program afirmasi di daerah tertinggal.

“Kuncinya adalah kolaborasi lintas sektor agar anak-anak yang tidak sekolah benar-benar kembali ke bangku sekolah,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berharap data terkait anak yang terkendala mendapatkan layanan pendidikan itu bisa diakses dan dimanfaatkan semua pihak, seperti dinas pendidikan kabupaten/kota hingga kepala desa.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Dana IndonesiaRaya Dorong Ekosistem Kebudayaan Lebih Inklusif

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengatakan, dengan data yang valid, kita tidak lagi bekerja dalam gelap.

"Sekarang saatnya kita bergerak bersama, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari layanan pendidikan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.