Dark/Light Mode

Ibas: Jangan Pernah Merasa Kecil, Mahasiswa KIP-K Jadi Inovator di Sektor Energi

Jumat, 10 April 2026 05:00 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Kompleks DPR/MPR RI, Kamis (9/4/2026).
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Kompleks DPR/MPR RI, Kamis (9/4/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam forum bertajuk “Mimpi Besar, Aksi Nyata, Kepemimpinan Hebat: Generasi Muda Menuju Indonesia Maju” di Kompleks DPR/MPR RI.

Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyapa para mahasiswa sekaligus orang tua, memberikan motivasi serta pesan mendalam tentang arti kesempatan, perjuangan, dan masa depan bangsa.

Di hadapan para mahasiswa yang sebagian besar baru memulai perjalanan di bangku perguruan tinggi, Edhie Baskoro menyampaikan rasa bangga dan harapannya.

Ibas menegaskan, bahwa kesempatan yang mereka terima hari ini bukanlah hal yang biasa, melainkan titik awal penting dalam perjalanan hidup.

“Dalam hidup ini selalu ada kesempatan pertama. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, beradaptasi, dan meraih prestasi,” ujar Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Lulusan S3 IPB University dan S2 NTU Singapura tersebut juga mengajak para peserta memahami makna kehadiran mereka sebagai simbol negara yang hadir untuk rakyat.

Ibas menegaskan bahwa Indonesia yang besar—dengan keberagaman suku, budaya, dan wilayah dari Sabang sampai Merauke—adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan ini, Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Keluarga Besar FKPPI ini mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang relatif stabil.

“Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini akan berlanjut. Negara memberikan kepercayaan melalui program KIP-K dan berbagai beasiswa pendidikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi masa depan bangsa," ujar Ibas.

Baca juga : Dewi Yustisiana Dukung Langkah Pemerintah Diversifikasi Impor Energi

Dalam suasana dialog yang cair, Anggota Dapil Jawa Timur VII ini juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai daerah dan disiplin ilmu.

Ibas menilai keberagaman latar belakang—mulai dari energi, pertanian, komunikasi, hingga teknologi—sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjawab tantangan bangsa.

Lebih lanjut Ibas memberikan pesan kuat agar para mahasiswa tidak pernah merasa kecil atas keterbatasan yang dimiliki.

“Jangan pernah merasa kecil atas segala keterbatasan. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi pribadi hebat yang membawa perubahan,” pesannya.

Menghadapi dinamika global, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII ini mendorong generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi, khususnya di sektor strategis seperti energi, pangan, dan teknologi.

Ia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Kita membutuhkan inovator muda yang mampu menghadirkan solusi di bidang energi bersih, memperkuat ketahanan pangan, dan memanfaatkan teknologi secara produktif dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk terus bermimpi besar, namun tetap disertai kerja keras dan ketekunan dalam proses.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, tetapi ingat bahwa mimpi harus diperjuangkan dengan disiplin, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi kegagalan,” ujar Ibas.

Baca juga : PP Tunas Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital bagi Siswa dan Santri

Di akhir pertemuan, Ibas menyampaikan pesan tentang pentingnya kecintaan terhadap tanah air. Ia mengajak generasi muda untuk tetap memiliki idealisme sekaligus realistis dalam menghadapi kehidupan.

“Teruslah mencintai negeri ini. Right or wrong, it’s my country,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa kelak kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.

“Indonesia tidak hanya dibangun di pusat, tetapi juga dari daerah. Kalianlah yang akan menjadi motor penggeraknya,” katanya.

Menutup sambutannya, Ibas menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh mahasiswa penerima KIP-K dapat meraih kesuksesan, menjaga semangat belajar, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Indonesia akan semakin cerah jika diisi oleh generasi yang memiliki semangat, integritas, dan rasa tanggung jawab,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa penerima KIP-K juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan yang mereka terima. Ungkapan haru dan semangat disampaikan Tini Rohmatini dari Universitas Padjadjaran turut berbagi kisah perjuangannya yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga harus berjuang mandiri membiayai kuliah.

Ia mengungkapkan sempat kesulitan membayar UKT dalam waktu singkat, hingga akhirnya mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Muhamad Dzaky Alwan dari Politeknik Negeri Bandung yang melihat beasiswa ini sebagai peluang untuk mewujudkan impiannya menjadi versi terbaik dari dirinya.

Baca juga : Pengamat Sesalkan Mahasiswa Maki Polisi Saat Demo di Mabes Polri

“Kadang-kadang di tengah-tengah prosesnya mungkin ngerasa banyak tekanan, tapi yang selalu saya ingat, kesempatan itu gak akan datang dan gak akan ada dua kali kepada kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar mimpi besar seperti Indonesia Emas dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang nyata, meskipun di tengah keterbatasan.

Natasha Manalu dari IPB menyampaikan bahwa bantuan ini memungkinkan mahasiswa untuk fokus belajar tanpa harus terbebani biaya hidup. Ia bahkan telah terlibat dalam program pengabdian masyarakat melalui inovasi pengolahan sampah di desa.

Kisah serupa disampaikan Natanael Hamonangan Nainggolan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menggambarkan perjuangan kerasnya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi.

“Dengan KIP-K ini, masyarakat Indonesia mengharapkan bahwa kami dapat mengembangkan Indonesia menuju masa-masa terbaiknya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Viona Audrey Gunawan dari Universitas Indonesia (UI) yang mengaku bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya.

“Dengan adanya bantuan ini kita itu jadi bisa lebih fokus, tidak perlu lagi memikirkan masalah mengenai keuangan,” tuturnya.

Bagi mereka, KIP-K bukan sekadar bantuan finansial, melainkan harapan, kepercayaan, dan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia di masa depan.

Sebagai penutup rangkaian audiensi, kegiatan ini ditandai dengan penyerahan simbolis beasiswa kepada perwakilan mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Negeri Bandung (Polban), Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan IPB University.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.