Dark/Light Mode

Di Forum Diskusi Aktual Berbangsa, HNW : Pancasila Terbukti Mampu Hadapi Krisis

Senin, 20 April 2026 10:20 WIB
Wakil ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (ketiga kiri) saat menjadi pembicara di Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara di Pangkal Pinang, Belitung, Sabtu
Wakil ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (ketiga kiri) saat menjadi pembicara di Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara di Pangkal Pinang, Belitung, Sabtu

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menegaskan, Indonesia sudah mengalami berbagai macam krisis. Mulai dari krisis ekonomi, politik, kepercayaan, ideologi, krisis pusat daerah, hingga krisis pemberontakan, komunisme, termasuk krisis global.

Tetapi krisis-krisis yang menghantam bangsa Indonesia, sejak dulu hingga kemarin, selalu berhasil diselesaikan dengan baik, berkat adanya pengamalan ideologi dan dasar negara Pancasila.

Karena itu menurut HNW, potensi krisis yang bisa timbul akibat perang Amerika-Israel dengan Iran, bukan ancaman yang samasekali baru pertama dihadapi Indonesia.

Dan karenanya juga akan dapat dilalui bangsa Indonesia dengan baik bila mereka benar2 melaksanakan ideologi Pancasila.

Pernyataan itu disampaikan HNW saat menjadi narasumber pada Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara, kerjasama MPR RI dengan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Sabtu (18/4/2026).

Tema yang dibahas adalah Mengokohkan Ketahanan Nasional Dalam Menghadapi Krisis Melalui Nilai Nilai Pancasila.

Baca juga : Please, Harga Tiket Pesawat Jangan Naik Terlalu Tinggi

Selain Hidayat, ada empat narasumber lain yang menjadi pembicara dalam acara tersebut. Yaitu, Pimpinan Fraksi PKS MPR yang juga Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, Ketua F PKS DPRD Provinsi Bangka Belitung Dody Kusdian, Ketua DPW PKS Babel Faisal Parulian, serta Ketua DSW PKS H. Edy Jaelani I.C.

Selain keluarga besar PKS se Provinsi Babel, Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara, itu juga dihadiri perwakilan ormas Islam. Antara lain, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Wahdah Islamiyah serta Lembaga Adat Melayu.

Keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa, menurut HNW menjadikan Indonesia tetap utuh dan berkali-kali luput dari perpecahan. Padahal Indonesia adalah negara kepulauan yang juga beragam baik agama, ras, suku bangsa, budaya dan bahasa, dan rentan terhadap perselisihan hingga perpecahan.

“Tetapi karena Para tokoh bapak Bangsa , baik yang religius maupun nasionalis, sepakat untuk mengakui dan menerima Pancasila sebagai ideologi bersama, maka selamatlah Indonesia.

Bahkan sejak dari penyusunannya tokoh agama Islam, seperti Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, dan Wachid Hasjim dan Kristiani seperti AA Maramis, terlibat langsung dalam Panitya 9 menyusun penyusunan Piagam Jakarta yang menjadi Pembukaan UUD 1945.

Meski krisis akan terus terjadi, termasuk ketika Amerika dan Israel menyerang Iran, HNW percaya bangsa dan negara Indonesia akan tetap bertahan.

Baca juga : Timnas Futsal Indonesia Siap Hadapi Malaysia

Karena itu HNW mengajak Umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya dengan keteladanan pemimpinnya, untuk terus mengawal Pancasila, dengan menerapkan semua sila silanya dalam kehidupan dan kebijakan sehari-hari.

“Indonesia adalah negara kepulauan, lebih dari 17.000 pulau, 700 lebih suku bangsa, dan enam agama. Kita tetap kokoh dan kuat karena mempunyai ideologi yang menyatukan kita semua, " ujar HNW.

HNW mengatakan, ideologi ini tumbuh dari dalam, digali secara bersama-sama oleh komponen bangsa, baik tokoh nasional yang berlatar belakangkan organisasi kebangsaan, partai maupun profesi tapi juga melibatkan tokoh-tokoh umat Islam dari latar belakang ormas maupun orpol.

Tokoh-tokoh tersebut kata HNW, dari Muhammadiyah ada K.H. Kahar Muzakir, Ki Bagus Hadi Kusumo dan K.H. Mas Mansur. Dari NU ada K. H. Wahid Hasyim, K.H. Masykur, dan K.H. Hasyim Asy’ari. Dari Persatuan Umat Islam ada K.H. Abdul Halim, K.H. Anwar Sanusi, dan Mr. Syamsudin.

Dari Partai Syarikat Islam ada Haji Abi Kusno Cokrosuyoso, dari Partai Islam Penyandar Haji Agus Salim, dan dari Masyumi Muhammad Nasir.

Mereka bersepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Sukses

Baca juga : Bakom Apresiasi BAZNAS Perkuat Literasi Zakat Hadapi Disinformasi

Pancasila mengamankan persatuan kesatuan Indonesia, kata HNW Hsudah berlangsung lebih dari 80 tahun. Selama itu Pancasila menjadikan bangsa Indonesia tahan terhadap beragam masalah dan krisis.

"Menyatukan bangsa dengan Pancasilanya, karena sejak dari dulu Partai Islam itu berada di garda terdepan menyelesaikan permasalahan bangsa supaya keluar dari krisis-krisisnya,” kata politisi PKS dapil Jakarta 2.

Kontribusi tokoh Islam dalam penyusunan Pancasila, kata HNW terbukti dengan masuknya ungkapa-ungkapan dalam Al-Quran dan hadist ke dalam sila sila Pancasila.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.