Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jubir Gerindra: Pesan Pidato Prabowo di Nganjuk, Optimisme & Kemandirian Ekonomi
Senin, 18 Mei 2026 18:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan, bahwa polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh.
Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional.
Padahal, menurutnya jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan.
“Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,” ujar Bahtra Banong usai rapat Komisi 2 DPR RI, di ruang Rapat Komisi 2 DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (18/05/2026).
Baca juga : Rakernas SOKSI Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran, Kuatkan Ekonomi Pancasila
Bahtra menjelaskan, bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang.
Namun sebagai Kepala Negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional.
“Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas jubir partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik.
Baca juga : PB HMI Sebut "Revolusi Bunga" Prabowo Wujudkan Keadilan Ekonomi
“Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” ujar Bahtra.
Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
“Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,”ujarnya.
Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar.
Baca juga : Kinerja Sektor Perbankan Solid, Bank Mandiri Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga
“Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya.
Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan.
“Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” pungkas Jubir partai Gerindra
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya