Dark/Light Mode

GIAMM: Industri Komponen Otomotif RI Makin Tangguh Di Rantai Pasok Global

Senin, 29 Juni 2026 10:27 WIB
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki. (Foto: Antara)
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menilai industri komponen otomotif Indonesia memiliki daya tahan (resiliensi) yang kuat dan semakin kokoh sebagai bagian dari rantai pasok global. Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya ekspor, terjaganya kapasitas produksi, serta dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki mengatakan industri komponen otomotif nasional saat ini telah memasuki fase ekspansi dengan menembus pasar ekspor di berbagai negara sebagai bagian dari global supply chain.

“Industri komponen otomotif sekarang sudah masuk fase ekspansi dan bisa mengekspor ke berbagai negara sebagai bagian dari rantai pasok global,” kata Rachmat di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, masuknya industri komponen Indonesia ke dalam rantai pasok global membuat pelaku usaha harus mampu bersaing dengan produsen dari berbagai negara. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi faktor utama agar industri nasional tetap kompetitif.

Rachmat menilai, pembinaan yang dilakukan Kemenperin melalui berbagai program, termasuk implementasi transformasi Industri 4.0, berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas pabrik. Berbagai pelatihan yang diberikan juga membantu pelaku industri beradaptasi dengan kebutuhan manufaktur modern.

Baca juga : Kemenperin Pastikan 2 Industri Komponen Otomotif Di Jatim Masih Beroperasi Normal

Ia menambahkan, dukungan pemerintah juga sangat dirasakan saat pandemi COVID-19. Pada masa itu, industri komponen tetap dapat beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga kontinuitas pasokan bagi rantai produksi global tetap terjaga.

Selain menjaga kelangsungan produksi, menurut Rachmat, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada industri kendaraan bermotor turut mendorong permintaan domestik. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi industri komponen untuk mencapai skala ekonomi sebelum memperluas pasar ekspor.

“Dengan meningkatnya produksi kendaraan roda empat, otomatis pasokan komponen juga tetap berjalan. Hal-hal seperti itu sangat penting bagi industri komponen,” ujarnya.

Berdasarkan data GIAMM, industri otomotif roda empat pada kuartal I-2026 tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut membantu industri komponen mempertahankan kapasitas produksinya, didukung pula oleh pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil.

Lebih lanjut, Rachmat mengatakan pemerintah juga terus mendorong transformasi industri komponen menuju era kendaraan rendah emisi melalui Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang mencakup pengembangan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) hingga kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

Baca juga : Soal 2 Pabrik Komponen Otomotif Akan Hengkang, APINDO: Belum Ada Laporan

Program tersebut juga diarahkan untuk memperdalam struktur industri nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen.

Menurut Rachmat, Kementerian Perindustrian secara konsisten mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendorong industri komponen nasional semakin terintegrasi dengan rantai pasok global.

“Pemerintah terus memberikan arah melalui berbagai regulasi agar industri komponen Indonesia bisa semakin masuk ke dalam global supply chain,” katanya.

GIAMM mencatat, sepanjang 2025 industri komponen otomotif Indonesia telah mengekspor produk ke lebih dari 100 negara dengan nilai ekspor melampaui 7 miliar dolar AS. Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN menjadi pasar utama bagi produk komponen otomotif Indonesia.

Untuk memperluas akses pasar internasional, GIAMM juga akan memanfaatkan penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 sebagai ajang promosi kemampuan industri komponen nasional kepada calon pembeli dan mitra bisnis dari berbagai negara.

Baca juga : Ekonomi RI Kuat Dan Kokoh Di Mata Investor Global

Menurut Rachmat, penyelenggaraan pameran tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri otomotif global.

“Kami berinisiatif memperkenalkan produk-produk komponen nasional melalui Automechanika Jakarta 2026, dan upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian,” ujar Rachmat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.