Dark/Light Mode

Sandi Fitrian Noor: Pendidikan Karakter SR Jangan Mengarah ke Militerisasi

Rabu, 1 Juli 2026 16:12 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Sandi Fitrian Noor, menyambut positif rencana Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan melibatkan Taruna Akademi Militer (Akmil) dalam pembinaan siswa Sekolah Rakyat (SR).

Menurutnya, upaya menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat cinta tanah air merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Meski demikian, Sandi menekankan bahwa pelaksanaan program perlu tetap berada dalam koridor pendidikan yang mengedepankan pendekatan pedagogis dan perkembangan peserta didik.

"Saya melihat tujuan pemerintah sangat baik. Kita semua ingin melahirkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat kebangsaan, serta bertanggung jawab. Namun, proses pendidikan karakter perlu tetap dijalankan dengan pendekatan yang humanis dan sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan," ujar Sandi dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Sebagai mitra kerja Kemensos, Komisi VIII DPR, lanjutnya, berkepentingan memastikan seluruh kebijakan di Sekolah Rakyat berpijak pada kepentingan terbaik anak (best interests of the child).

Baca juga : Adela Kanasya Adies Tekankan Kualitas Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis RS

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I itu, mayoritas peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan yang membutuhkan lingkungan belajar yang aman, suportif, inklusif, serta mampu membangun rasa percaya diri mereka.

Sandi menjelaskan, berbagai penelitian internasional, seperti Programme for International Student Assessment (PISA) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik lebih efektif dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan budaya sekolah, serta hubungan positif antara pendidik dan peserta didik.

Karena itu, menurutnya, pendidikan karakter perlu dirancang sebagai proses yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

"Disiplin memang penting, tetapi disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Disiplin harus tumbuh dari kesadaran, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai inilah yang perlu menjadi fondasi dalam pembinaan karakter peserta didik," ucapnya.

Sandi menilai, Taruna Akmil memiliki sejumlah nilai positif yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik, seperti integritas, kepemimpinan, kerja sama tim, semangat pengabdian, ketangguhan mental, dan kedisiplinan.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Dana Stimulus Dan Genjot Investasi

Oleh sebab itu, keterlibatan mereka dapat memberikan nilai tambah apabila ditempatkan sebagai mentor dan teladan dalam pembinaan karakter.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang bebas dari kekerasan fisik maupun psikis.

Karena itu, seluruh bentuk pembinaan harus mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan menghormati tumbuh kembang peserta didik.

Untuk mengoptimalkan program, Sandi mengusulkan agar Kemensos bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyusun modul pendidikan karakter yang berbasis ilmu pendidikan, psikologi perkembangan anak, serta nilai-nilai Pancasila.

Modul tersebut diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan. Selain itu, ia menilai pelaksanaan program sebaiknya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru, kepala sekolah, psikolog, pekerja sosial, konselor, tokoh masyarakat, dan orang tua agar proses pembentukan karakter berlangsung secara kolaboratif.

Baca juga : Andi Gani: Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh Sangat Membantu Pekerja

Menurutnya, keberhasilan program juga perlu diukur melalui indikator yang jelas dan komprehensif, tidak hanya dari aspek kedisiplinan, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, integritas, motivasi belajar, serta berkurangnya perilaku menyimpang.

Sandi turut mendorong adanya evaluasi berkala yang melibatkan lembaga independen, akademisi, dan praktisi pendidikan agar efektivitas program dapat diukur secara objektif sekaligus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.

"Sekolah Rakyat merupakan investasi besar negara untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, kualitas pendidikan karakter di dalamnya perlu dirancang secara matang agar mampu melahirkan generasi yang disiplin, berakhlak, berempati, berpikir kritis, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan," ujarnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR, Komisi VIII akan terus mengawal implementasi Program Sekolah Rakyat agar tetap sesuai dengan tujuan utamanya, yakni memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Kami percaya sinergi antara Kementerian Sosial dan Akademi Militer dapat menjadi inovasi yang positif apabila dirancang secara proporsional. Fokus utamanya adalah penguatan karakter kebangsaan yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, Pancasila, dan kepentingan terbaik bagi setiap anak Indonesia," tutup Sandi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.